Langsung ke konten utama

Jalan-jalan ke Pantai Tuada di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Perpaduan Gunung dan Lautnya itulohh cantik banget.


Begitu tiba beberapa saat di Jailolo pastinya ya bercengkrama dengan saudara sepupu dan juga om-tante yang memang tinggal di Jailolo. Temu kangen pastinya ya. Karena jaraaaang banget aku ketemu mereka. Waktu kecil dulu karena aku tinggalnya di Kalimantan jadinya ya ga pernah bisa merasakan kumpul bersama saudara sepupu lainnya. Baru bisa terlaksana diusia yang segini. Hehe gapapalah yaa daripada tidak sama sekali. 


Setelah asik bercerita-cerita dan bertanya kabar sanak saudara akhirnya aku diajak jalan untuk main ke pantai Tuada. Yap! di Halmahera ini banyak sekali pantai dan gunung yang indah dilihat loh. 

Jarang banget lansekap seperti ini bisa aku lihat kalau lagi di Balikpapan. Komplit lah di Halmahera ini. Pantai dan Gunung udah jadi satu tinggal kalian pilih mau mengeksplor yang mana.


Pantai Tuada ini letaknya ga terlalu jauh kok dari Jailolo. Waktu itu aku naik motor hanya memakan waktu 10-15 menitan lah yaa kurang lebihnya.

Pantai ini melewati rumah-rumah warga sekitar. Nanti begitu tiba diujung kampung akan terlihat portal masuk pantai ini. 

Cukup membayar karcis masuk sebesar Rp5.000 kita uda bisa masuk deh.

Pagi hari di pantai Tuada.

Pantainya sih ga berarus deras dan cukup tenang kok. Waktu itu aku memang lagi ga ingin berenang jadinya cuma foto-foto aja disitu.

Ada jembatan mangrove juga dengan pemandangan latar belakang gunung yang memukau.
Jalan menuju jembatan mangrove

Terkadang ada terbersit rasa "duhh kenapa kok aku dulu ga tinggal dan besar disini yaa kan seru nih pemandangannya" tapi yasudah lah. Garis kehidupan berkata lain. Hhehehe.

Pantainya cenderung tenang sih

Aku kesini dianterin sama sepupu yang dari Makassar dan kebetulan juga lagi disini. Yaudah deh aku berjalan-jalan kesekeliling pantai ini sambil bercerita-cerita. Karena hari semakin siang dan semakin panas akhirnya aku sudahi perjalanan ke pantai Tuada Jailolo ini.

Ohya katanya lagi sih dipantai ini paling bagus dilihat waktu matahari terbenam. Nanti mataharinya seperti tenggelam diantara gunung dan pohon kelapa gitu. Sayang waktu sore hari aku mau kesini cuaca sedang tidak bagus dan matahari tertutup awan.





Airnya tenang yah

Dasar airnya keliatan jelas dari atas jembatan Mangrove

Diujung jembatan mangrove

Pondok diujung jembatan

Itu dia Jailolo dari kejauhan



Suasana dari dalam pondok

Permainan di area pantai Tuada

Mumpung sepi pengunjung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi