Beruang Madu lagi bobok siang Fasilitas ini bentuk bantuan CSR Chevron Kota Balikpapan ini unik bagi saya karena selain dikenal dengan kemajuan kota nya yang sudah sangat besar dan megah namun di sisi lain masih tetap mempertahankan hutan alamiahnya. Ijin pertambangan tidak pernah diberikan maka kita tidak akan pernah melihat ada aktivitas pertambangan selama berada di Kota Balikpapan. Warga dan Pemerintah Kota Balikpapan sadar penuh bahwa daerahnya sangat terbatas dan masih banyak hutan-hutan tropis khas Kalimantan yang masih lestari dan sengaja dipertahankan sehingga fungsi penyerapan air tetap terjaga. Kota Balikpapan tidak punya sungai besar seperti Sungai Mahakam di Kota Samarinda sehingga warga Balikpapan sangat-sangat menjaga sungai - sungai kecil sumber air bersih. Karena masih ada hutan yang terjaga maka masih ada pula populasi Beruang Madu yang dijumpai di dalam kawasan hutan. Beberapa dari Beruang Madu itu ada yang sejak kecil diambil dari alam liar untuk dipelihara ma...
Pelabuhan Ferry Tawau Barang bawaan penumpang disimpan di bagian belakang Setelah melewati proses cekin penumpang dan bagasi ditambah proses cek imigrasi yang cukup panjang melelahkan akhirnya keluar juga saya ke dermaga tempat kapal ferry yang akan membawa saya berangkat kembali pulang ke Indonesia. Selama di pelabuhan Ferry Tawau dan bahkan ketika kita sudah berada di dalam kapal ferry ada saja orang yang menawarkan penukaran mata uang Ringgit Malaysia ke Rupiah Indonesia. Sebelum sampai ke Pelabuhan Nunukan Indonesia kita wajib melakukan pengisian kedatangan di aplikasi All-Indonesia. Intinya adalah kita melapor di aplikasi imigrasi itu bahwa kita hendak kembali masuk ke Indonesia melalui pintu masuk mana, dengan siapa, berapa orang, di tanggal berapa, naik moda transportasi apa dan membawa bagasi berapa banyak, dll. Cukup memudahkan sekali prosesnya. Semuanya dilakukan secara online lewat HP. Perjalanan menyeberang saat itu cukup smooth, ombak laut cukup tenang padahal cuaca s...