Bekantan, primata khas di Samboja Pulau Kalimantan dengan segala isi di dalamnya, masih terdapat satu-dua tempat yang dihuni hewan langka sampai sekarang. Iyap, masih ada hewan langka Monyet Bekantan, penduduk di Kalimantan biasa sebut Bekantan sebagai Monyet Belanda. hehe, kenapa di sebut begitu ya karena sepintas hidung Bekantan ini ukurannya besar dan mancung ditambah lagi warna bulu dari Bekantan ini warnanya pirang seperti Kucing Garfield. Nah dengan bentuk fisik Bekantan yang lebih mirip dengan Bule daripada mirip seperti monyet-monyet lainnya, maka di sebut Monyet Belanda. (yaa, orang Bule Belanda maksudnya, kan dulu orang Belanda pernah ada di Kalimantan dijaman kolonial). Bekantan ini jika kita bandingkan dengan kelompok monyet lainnya termasuk hewan primata yang pemalu, suka menyendiri menjauh, menghindar dari manusia, dan pilih-pilih kalau makanan. Diketahui Bekantan ini suka makan pucuk daun muda dari pohon Mangrove. Nah karena Pohon Mangrove ini cuma dapat tumb...
Pompa Angguk milik Pertamina EP Sanga-Sanga Kalau kita berkendara dari pusat Kota Balikpapan ke arah timur menuju Manggar - Teritip - Gunung Tembak dan terus sampai ke wilayah Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara maka nanti di pinggir jalan di sebelah kanan akan terlihat Pompa Angguk yang dijadikan tugu ikon dari Pertamina EP Sanga-Sanga. Sampai saat ini di Samboja masih terdapat lapangan darat yang aktif berisi minyak bumi (on-shore) yang dikelola oleh Pertamina EP Sanga-Sanga. Kalau tidak salah, penemuan minyak bumi di Samboja ini dimulai pada jaman kolonial Belanda. Dimasa itu, kalau tidak salah seorang Belanda bernama Jacobus Hubertus Menten menemukan sumber minyak bumi / minyak mentah di wilayah Samboja dan Balikpapan. Sejak penemuan sumber minyak bumi tsb, maka dimulailah era eksplorasi minyak bumi di kedua wilayah itu, bahkan tanggal penemuan minyak bumi di Balikpapan dijadikan sebagai hari jadi kota Balikpapan. Saat itu Balikpapan merupakan wilayah desa pesisir biasa dengan...