![]() |
| Gereja Blenduk di Kota Lama Semarang |
Semarang di masa lampau jaman kolonial sebelum kemerdekaan sudah dikenal sebagai kota pelabuhan yang ramai di pesisir utara Pulau Jawa.
Banyak kapal-kapal perdagangan dari berbagai tempat yang berlabuh dan berangkat dari pelabuhan Semarang.
Tak heran, ada banyak jejak peninggalan iman kristen sejak jaman kolonial yang dibawa bangsa Eropa ketika dulu tiba di Semarang dan dalam beberapa aspek masih terpelihara dengan baik hingga sekarang.
Area Kota Lama di Semarang merupakan tempat tinggal dan berkumpulnya para londo (bule Eropa) yang berada di Semarang. Ada banyak kegiatan perdagangan di Kota Lama pada masa itu.
Di masa setelah kemerdekaan hingga awal tahun 2010an kalau tidak salah area Kota Lama Semarang saat itu tidak terurus, gedung-gedung tua kolonial banyak yang rusak parah, tidak terurus, kotor, sering tergenang air banjir.
Ohya untuk soal banjir, di Semarang sebenarnya bukan hal yang asing, naiknya permukaan air laut juga sering menimbulkan genangan air dimana-mana (air rob), ditambah lagi jika sudah masuk musim penghujan maka akan frekuensi banjir di Semarang akan lebih sering terjadi.
Di masa kini sudah ada banyak sekali perbaikan saluran parit dan pembersihan gorong-gorong yang dilakukan pemerintah Kota Semarang, sehingga jika banjir tiba akibat musim penghujan maupun akibat air rob (naiknya permukaan air laut) maka akan cepat surut.
Kota Semarang menurut saya dalam beberapa hal memikat hati, ada banyak sekali gedung tua kolonial yang terpelihara, yang paling epik dan ikonik adalah Gedung Lawang Sewu itu.
Nah kali ini gedung kolonial yang menurut saya juga sangat ikonik tentang Semarang adalah Gedung Gereja Blenduk.
Dalam bahasa Jawa, blenduk itu artinya (gemuk / gendut / montok / bantet) you named it. Kalau kita lihat dan amati bentuk gedung Gereja ini, maka akan mulai paham kenapa disebut Gereje Blenduk.
Sebenarnya, nama asli dari Gereja Blenduk ialah GPIB (Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat) Immanuel.
Dari namanya sudah jelas, bahwa Gereja Blenduk ini merupakan tempat ibadah untuk umat Kristen Protestan ya. Meskipun sepintas dari model arsitekturnya banyak yang salah mengira ini adalah Gereja Katolik.
![]() |
| Salib merah di atas Gereja Blenduk |
Sampai saat ini di Gereja Blenduk masih digunakan sebagai tempat ibadah rutin setiap hari Minggu. Bukti nyata bahwa iman kristen yang dibawa saat jaman kolonial itu sudah tumbuh dan berkembang serta diterima dengan baik di tanah Jawa.
Warna dinding yang dicat putih yang sederhana dengan warna merah atapnya sangat melekat kuat di ingatan saya.
Sehingga dari jauh melihat gedung ini, kita sudah bisa langsung menebak dengan tepat kalau ini adalah gedung Gereja Blenduk.
![]() |
| GIPB Immanuel masih digunakan sebagai tempat ibadah sampai saat ini |
![]() |
| Gereja Blenduk ini menjadi Warisan Bersejarah |




Komentar
Posting Komentar