Langsung ke konten utama

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara


Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini.

Hai semua.

Ketemu lagi pada postingan baru ini.


Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat. 

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya.

Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan.

Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil.

Ohya satu lagi kalau disini tuh ga ada batasan waktu yang jelas contohnya kalau janjian dijemput ama supir travel "besok pagi yaa dijemput" tapi ga jelas jam berapa. Bisa jam 7 pagi, jam 8, jam 9, jam 10 pokoknya pagi. Jadi sabar aja ya kalau janjian "besok pagi".

Pernah ni aku bangun pagi jam 6 pagi terus seperti biasa langsung bersiap mandi dan sudah siap jika nanti tiba-tiba random diajak jalan atau tiba-tiba berangkat ke suatu tempat. Dan reaksi mereka (keluargaku yang di Jailolo) pada ketawa katanya "ngapain pagi-pagi sudah bangun dan mandi sepagi ini". Laaaaah...

Sepanjang perjalanan sih aku liat banyak gunung-gunung, perkebunan kelapa, kadang ada beberapa jalan yang bersebelahan dengan pesisir pantai, ada juga dermaga perusahaan, kali kecil berair jernih, bunga anggrek dipinggir jalan, anak sekolah berjalan kaki, hewan ternak berkeliaran dan beberapa pemandangan khas daerah yang jauh dari kota.  Seneng sih akunya liat yang begituan.

Masih segar udaranya

Yap suatu saat nanti aku pasti kembali lagi kesini. Agak sesal juga sih kenapa ga dari kecil dulu main-main kesini. Ada banyak keluarga dari pihak papa disini yang jujur harus kuakui aku baru mengenal mereka setelah besar begini. Hehehe maklum udah lama besar dan tinggaal dikota orang dan jauh dari keluarga besar jadi begitu dengan keluarga besarku itu awalnya aku canggung tapi lama kelamaan udah engga.



Pemandangan ini yang aku suka banget, air jernih dan batu-batu kali



Kondisi jalannya bagus kan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki