Langsung ke konten utama

Mengamati Herpetofauna di malam hari

Tidak semua ular berbahaya loh.

Buktinya ular siput, bentuknya sepintas mirip ular beludak dengan warna yang menyerupai dan bentuk kepala juga mirip. Namun ular ini sangat jinak, bahkan anak kecil pun tidak akan terluka karena memegang ular ini. 

Disebut ular siput karena pakannya adalah siput kecil yang geraknya lamban dan banyak ditemui dimanapun sehingga gerakan ular siput ini juga cenderung lambat dan malas.

Bahkan kadang sang siput bisa dengan santuynya berjalan merayap diatas tubuh sang ular siput. Haha

Ular siput.


Herpetofauna adalah binatang melata yang berupa jenis amfibi dan reptil. Contoh nyata adalah katak, ular, cicak, kadal, biawak. Keberadaan mereka merupakan bio-indikator lingkungan.

Umumnya untuk mengamati aktivitas mereka selalu dilakukan di malam hari. Karena pada saat-saat itulah reptil dan amfibi sedang aktif untuk mencari makan.

Selalunya dalam pengamatan herpetofauna menyusuri area yang secara teori merupakan habitat hewan reptil dan amfibi.

Amfibi selalunya berada di dekat sumber air, entah itu genangan air, rawa, mata air, aliran sungai, parit, dll. Sehingga jika disuatu lingkungan tsb terdapat sumber air seperti penjelasan diatas tadi maka sangat besar kemungkinan akan menemukan amfibi.

Sedangkan reptil melata seperti ular, indikatornya adalah apakah pakan alaminya tersedia pada area tsb? contoh jika banyak siput, katak, tikus dan hewan kecil lainnya maka kemungkinan besar akan menemukan ular.

Bisa juga menggunakan pendekatan lingkungan hidupnya, ada ular yang hidupnya diatas ranting pohon dan ada juga ular yang hidupnya melata di permukaan tanah diantara semak belukar.

Alat yg sering dipakai untuk pengamatan ini sudah pasti adalah senter dan alat tulis.
Sambil berjalan kaki menyusuri hutan, ladang atau kebun dan mengamati seksama sekitar kita biasanya akan tampak sesuatu yang berkilauan akibat pantulan sinar senter dari kulit ular.

Hewan tsb umumnya tidak terganggu dengan sorotan lampu senter, mereka terganggu dengan gerakan mendekat kita. Biasanya mereka akan kabur.

Ular dan reptil lainnya biasanya kalau siang hari suka berjemur atau nongkrong ditempat yang hangat untuk "basking" yang membuat mereka bisa survived di alam liar.

Ular yang lagi santuuuy.


Malam-malam cari ular.


Masuk rumah kosong juga.


Ular pucuk sering dijumpai di negara kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki