Langsung ke konten utama

Cantiknya Gereja Holy Rosary, Kuala Lumpur, Malaysia

Malaysia di daerah semenanjung lebih banyak Gereja Anglican daripada Gereja Katolik.

Meskipun agak susah dibedakan hanya sepintas dari bentuk fisik bangunan gedung Gereja.


Mesti jeli dan ikut ibadahnya maka baru dapat dipastikan bahwa Gereja tersebut milik umat Katolik atau umat Anglican.


Banyaknya Gereja Anglican di Malaysia daripada di Indonesia tak lepas dari peran pendudukan warga kolonial Inggris, yang mana pada saat jaman pendudukan Inggris saat itu Malaysia (Old Malaya) merupakan bagian dari negara persemakmuran British.


Sejarah nya pun Gereja Katolik di Eropa terpecah menjadi Katolik Roma, Kristen Protestan dan Kristen Anglican.

Pada masa penjajahan di negeri Belanda mayoritas penduduknya penganut Kristen Protestan dan banyak dari mereka ketika datang berdagang dan menjajah negara kita juga membawa serta menyebarkan iman Kristen Protestan di Hindia Belanda (Indonesia). Tak heran lebih banyak penganut Kristen Protestan daripada Kristen Katolik di Indonesia.


Sedangkan Inggris di masa itu merupakan penganut Kristen Anglican dan membawa iman tsb ke negara persemakmuran British tak terkecuali di Malaysia. Maka saat ini umat Kristen Anglican di Malaysia cukup banyak.

Gereja Katolik Holy Rosary Kuala Lumpur Malaysia ini letaknya di dekat perkampungan little India.


Masuk Gereja Katolik ini lumayan ketat ada penjaga security yang standby 24 jam sebagai operator buka/tutup pagar otomatis sekaligus penjaga keamanan lah ya.


Tak banyak bicara saya masuk menjelaskan bahwa saya ingin berdoa sebentar di Gereja dan langsung saja pintu gerbang dibuka.


Bangunan utama Gereja Katolik Holy Rosary ini dikunci untuk umum hanya dibuka pada saat hari dimana ada ibadah.


Jadinya saya cukup puas untuk keliling sekitaran bangunan Gereja Katolik Holy Rosary dengan ciri khas bangunan bergaya Gothic dengan ukiran dan atap gereja berukir dan berbentuk lancip.


Di facade Gereja ini terdapat aksara huruf mandarin yang entahlah apa artinya.


Malaysia memasukkan gedung Gereja Katolik Holy Rosary ini dalam daftar bangunan warisan budaya dan masuk daftar bangunan yang diputari oleh bis-bis wisata dalam kota. Bis hop on hop off lah ya.


Holy Rosary Catholic Church, Kuala Lumpur Malaysia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki