![]() |
| Kota Tua Teluk Bayur Steenkolen 1912 |
Tapi kali ini saya tidak membahas tentang Teluk Bayur di Sumatera Barat, melainkan Teluk Bayur di Berau - Kalimantan Timur.
Dahulu kala di masa kolonial Belanda, Teluk Bayur di Berau ini adalah kawasan ramai pekerja batubara dari seluruh daerah lain di Nusantara, ada yang dari kota lainnya di Pulau Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatera, bahkan bisa jadi dari luar negeri juga ada yang datang untuk bekerja di Perusahaan Steenkolen (Pertambangan Batu Bara).
Kala itu Steenkolen di Teluk Bayur bahkan mempunyai fasilitas lapangan terbang (Bandara) khusus untuk kepentingan perusahaan Steenkolen, Bandara tersebut hingga kini masih ada dan berfungsi sebagai Bandara domestik yang kini bernama Bandara Kalimarau.
Selain Bandara, Perusahaan Steenkolen ini juga memiliki fasilitas Bioskop, Pasar, Kantor Pos, Gedung Pertemuan Besar (Ballroom), Lapangan Sepak Bola untuk sarana hiburan pekerja Steenkolen.
Bahkan dimasa berjaya dulu Orkes Keroncong, Seniman Wayang Kulit, Kesenian Ketoprak didatangkan langsung dari Pulau Jawa untuk menghibur penduduk dan pekerja yang tinggal di Teluk Bayur.
Ada juga cerita yang beredar dikalangan warga lokal Teluk Bayur bahwa club sepakbola Ajax Amsterdam pernah merumput bertanding di lapangan sepak bola Teluk Bayur. (Untuk cerita ini masih ada perdebatan benar tidaknya sebab tidak ada data historis riwayat kedatangan tim Ajax Amsterdam ke Teluk Bayur Berau).
Saat ini, Teluk Bayur merupakan kawasan tidak terlalu ramai jika dibandingkan dengan Tanjung Redeb, dimana Tanjung Redeb ialah ibukota Kabupaten Berau.
Di Teluk Bayur - Berau saat ini peninggalan Steenkolen yang masih tersisa ialah Lapangan Sepak Bola, dan beberapa bangunan bergaya kolonial.
Semoga peninggalan ini dapat tetap dijaga untuk dapat dinikmati generasi berikutnya.
Semoga peninggalan ini dapat tetap dijaga untuk dapat dinikmati generasi berikutnya.








Komentar
Posting Komentar