![]() |
| Rest area Tibow |
Sebanyak tiga (3) negara berbagi daratan dalam Pulau yang sama yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Sehingga meskipun terpisah oleh garis batas administrasi namun dalam beberapa batas alam berupa Sungai, Gunung, Laut, dan Hutan ke tiga negara itu saling terhubung satu dengan yang lainnya.
Wilayah Sabah Malaysia di Borneo juga masih terdapat beberapa lahan hutan tropis alamiah yang menyimpan berbagai jenis tumbuhan dan hewan.
Pepohonan menjulang tinggi, dan kadang melewati aliran Sungai jernih berbatu-batu merupakan pemandangan yang lumrah kita saksikan ketika berada di Sabah Malaysia.
Kondisi jalanan utama di Sabah Malaysia memang tidak semua mulus, ada saja yang berlubang, dan ada juga yang longsor.
Yang buat saya tambah khawatir di tengah jalan dari Tawau ke Keningau ada beberapa blank spot tiada sinyal HP, tiada perumahan warga, tiada warung kecil, tiada bengkel dan jika terjadi sesuatu bingung harus bagaimana.
Hutan Tropis alamiah di Kalimantan tentu menyimpan bahaya yang perlu diwaspadai, jangan sampai lengah.
Salah satu yang perlu diwaspadai ketika melintasi jalanan di Kalimantan/Borneo ialah hewan Nyamuk Anopeles yang hidupnya di dalam hutan belantara Kalimantan/Borneo. Nyamuk Anopeles ini merupakan hewan pembawa parasit penyakit Malaria dan menularkan melalui gigitan kepada manusia yang berada di dalam hutan tropis Kalimantan/Borneo.
Saat melintasi wilayah Tibow di pertengahan jalan terdapat rest area sehingga kami pun berhenti sejenak untuk makan siang di kantin Tibow. Lagi-lagi alangkah terkejutnya saya ketika membaca papan informasi pemberitahuan tentang bahaya biologi Malaria.
Papan informasi ini cukup informatif untuk memberitahukan pada pengunjung yang membaca tentang bahaya Malaria dan apa yang harus dilakukan untuk pencegahan.
Waaah... harus ekstra hati-hati nih, batasi durasi berada di ruang terbuka di Tibow untuk mengurangi risiko digigit Nyamuk Anopeles.




Komentar
Posting Komentar