![]() |
| Makam Keramat di Pulau Derawan |
Alkisah dimasa lampau, masa dimana ketiga negara Filipina-Malaysia-Indonesia belum berbentuk seperti masa kini hiduplah seorang manusia yang dengan gigih berjuang melawan kolonialisme.
Manusia gigih itu bernama Shabbaani yang memang lahir dan besar di kepulauan yang tersebar di perairan tiga negara Filipina-Malaysia-Indonesia.
Shabbaani yang memang berasal dari suku Bajau / Samah yang secara nyata hidup berdampingan dengan lautan luas maka tentu saja berlayar dari pulau ke pulau entah pulau berpenghuni atau tidak, dan berlayar mencari ikan, menyelam ke dasar laut mencari kerang, menangkap udang lobster dan juga hasil laut lainnya sudah pasti ia rasakan.
Karena Pulau Derawan ini berada di perairan antara tiga negara Filipina-Malaysia-Indonesia maka dapat dipastikan Shabaani pun memiliki sanak saudara dan kerabat yang tinggal menetap di Pulau Derawan.
Diketahui pada tahun 1907 ia melawan penjajahan Amerika Serikat yang menjajah kepulauan yang sekarang masuk kedalam wilayah Filipina. Ia sering mengacaukan stabilitas di wilayah Filipina dimana pada tahun itu Amerika Serikat memang sedang menjajah Filipina.
Karena banyaknya kerugian akibat kekacauan oleh Shabbaani di Filipina, maka pihak Amerika Serikat pun menjadi marah dan mencari keberadaan Shabbaani untuk ditangkap dan diadili. Amerika Serikat bahkan memberi perintah untuk menangkap Shabbaani entah hidup atau mati, karena saking jengkelnya susah sekali menangkap Shabbaani.
Karena Shabbaani tau bahwa ia sedang dicari-cari oleh Amerika Serikat, maka ia dan keluarganya yang saat itu tinggal di gugus kepulauan MINSUPALA (Mindanao, Basilan, Sulu, dan Palawa) di Filipina memutuskan untuk menyingkir diam-diam menjauhi kepulauan MINSALA di Filipina menuju Borneo Utara (sekarang dikenal dengan SABAH - Malaysia Timur).
Naas bagi Shabbani dan keluarganya yang baru tiba di Borneo Utara (SABAH), kedatangannya ke Sabah sudah diketahui pihak Inggris / British sebagai penjajah Borneo Utara.
Amerika Serikat di Filipina sudah memberitahu pihak Inggris di Borneo Utara (SABAH) mengenai pemberontakan Shabbaani di MINSUPALA Filipina yang diperkirakan melarikan diri ke Borneo Utara (SABAH).
Atas dasar itu pihak Inggris di Borneo Utara (SABAH) mencari dan berusaha menangkap Shabaani guna membantu pihak Amerika Serikat.
Pencarian Shabbaani oleh pihak Inggris di Borneo Utara (SABAH) tidak berhasil, hampir satu tahun lamanya Shabbaani dan kelompoknya tinggal di Borneo Utara untuk hidup di pengasingan dan akhirnya memutuskan untuk pindah lagi ke kepulauan Derawan di wilayah Hindia Belanda (saat itu Indonesia belum terbentuk, Kepulauan Nusantara masih dijajah Belanda).
Belanda yang saat itu menguasasi wilayah kepulauan Derawan pun juga mendengar kabar pencarian pemberontak Shabbaani yang kabur dari MINSUPALA Filipina dan pihak Amerika Serikat juga sedang mencarinya dalam kondisi hidup dan mati.
Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda saat itu diketahui berhasil menangkap Shabbaani di wilayah perairan Pulau Derawan dan memenggal kepala Shabbaani untuk dikirimkan ke Negeri Belanda di Eropa sebagai bukti bahwa Hindia-Belanda telah memenuhi janjinya kepada pemerintah Amerika Serikat untuk menangkap pemberontak Shabbaani yang lari dari MINSUPALA FIlipina.
Atas keberaniannya itulah, Shabbaani dianugerahi gelar Pahlawan karena ia memperjuangkan kemerdekaan dari kolonialisme.
Makam Shabbaani ini sekarang masih dapat dijumpai di Pulau Derawan Berau - Kaltim sebagai pengingat bahwa perjuangan melawan penjajahan itu memang benar terjadi dimasa lampau.
Semoga menginspirasi kita semua untuk berjuang melawan kebodohan.

Komentar
Posting Komentar