Langsung ke konten utama

Postingan

Buah Maritam / Kapulasan / Pulasan asli dari Pulau Kalimantan.

Buah asli dari Indonesia yang tidak banyak orang tahu akan keberadaannya adalah buah Maritam / Kapulasan / Pulasan yang secara fisik menyerupai buah Rambutan tetapi tanpa rambut dengan daging kulit lebih tebal dan warna kulit buah lebih gelap daripada buah Rambutan yang biasa ditanam orang Indonesia. Pohon buah Maritam / Kapulasan / Pulasan umumnya tumbuh secara alamiah di hutan tropis Kalimantan. Saya beruntung menemui pohon buah Maritam / Kapulasan / Pulasan ketika menyusuri hulu Sungai Segah di pedalaman Berau, Kalimantan Timur. Rasa buah Maritam / Kapulasan / Pulasan ini manis-manis-asem dengan daging buah lebih lembut daripada buah Rambutan. Kombinasi rasa buah Maritam / Kapulasan / Pulasan seperti campuran buah Leci+Kelengkeng+Matoa. Hayooo siapa yang baru tahu ada buah Maritam / Kapulasan / Pulasan ini?  Buah Maritam / Kapulasan / Pulasan yang tumbuh liar di hutan Kalimantan Timur. Kulit Buah Maritam / Kapulasan / Pulasan yang lebih tebal dari buah Rambutan biasa. Warna kuli...

Santap Malam di RM Dabiloha Tobelo, Halmahera.

Waktu santap malam saya sempat kaget karena sebenarnya warga Tobelo yang memang bermukim di pesisir pantai Halmahera ternyata sangat menyukai masakan ikan sungai/air tawar seperti ikan Nila, Mas dan Gurame. Mungkin mereka butuh variasi makanan yang berbeda. Biasanya mereka santap sari laut jadi mereka sangat suka santapan ikan air tawar. Di kota Tobelo, Halmahera, Maluku Utara salah satu tempat makan yang sudah terkenal di antara warga lokal untuk santap ikan air tawar ya di Rumah Makan Dabiloha. Disitu ikan air tawar yang saya pesan yaitu ikan Nila dibakar dan disajikan dengan cocolan sambal dabu-dabu manta dan sayur andalan tumis Kangkung bunga Pepaya. Jangan lupa pisang goreng Mulu Bebek. Haha. Puas sekali malam itu saya makan. Terima Kasih sepupuku, Yessi, Ci Yeyen yang sudah mengajak diriku makan di RM Dabiloha, Tobelo. Menu makan malam, Ikan Nila Keluarga Besar di Tobelo Rumah Makan Dabiloha Tobelo

Unduh-unduh, acara budaya dalam pencarian dana GPIB Eben Haezer Samarinda, Kaltim.

Acara pencarian dana sudah seharusnya memikirkan kreatifitas dalam menghimpun dana. Hal ini sudah dilakukan oleh jemaat Gereja GPIB Eben Haezer Samarinda Kalimantan Timur. Kala itu diadakanlah acara yang menampilkan budaya-budaya dari jemaat Gereja. Budaya Batak, Toraja, Minahasa-Manado, Dayak, Nias, Jawa, Bali, Maluku-Ambon maupun Nusa Tenggara Timur semuanya menampilkan atraksinya masing-masing yang memang sangat menghibur sekali.   Tarian Toraja. Penampilan anak sekolah minggu. Pendeta Gereja berbusana Ambon-Maluku. Gadis cilik Toraja hendak menampilan atraksi budaya. Ibu-ibu warga Batak menari Tor-Tor. Panitia menghitung uang yang terkumpul. Anak kecil yang sudah pandai berpose. Diriku bersama pak Pdt dan Titi, teman sekolah SMP saya dulu. Anak kecil suku Toraja sedang tampil. Ibu penari Katrili khas Minahasa Sulawesi Utara. Ibu-ibu Suku Jawa sedang menari di panggung. Jangan lupa sawer ya. Anak kecil dalam balutan busana Ambon-Maluku. Ke...

Gereja Katolik di pulau Morotai, kampung halaman papa

Saat menyusuri jalanan beraspal yang lengang di Pulau Morotai saat itu udara sangat kering dengan sinar matahari yang semangat-semangatnya bersinar rasanya kepala ini mendidih dan disaat itupula mata ini melihat sebuah bangunan yang terlihat seperti Gereja Katolik. Bagian Depan Gedung Gereja Hati Kudus Yesus, Daruba Morotai. Lantas saya pergi kesitu untuk sekedar mampir karena rasa penasaran yang tidak terbendung. Gereja Katolik pada jaman penjajahan Spanyol-Portugis merupakan mayoritas di pulau Morotai, namun masa kini Gereja Katolik umatnya lebih sedikit dibandingkan umat Gereja Protestan. Maka saya pun memberanikan diri ke Gereja Katolik yang bernama Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Daruba Morotai yang berada persis di ruas jalan utama. Suasana di dalam Gereja sangat tenang sekali dan sunyi, kebetulan memang saat saya berkunjung bukan di hari Minggu maka wajar jika sangat sepi dan sunyi. Sudah SAH ke Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Daruba Morotai karena sudah berfoto. Foto Interior...

Blusukan ke Pasar Pulau Morotai, Maluku Utara

Saat pagi hari di Pulau Morotai saya diajak oleh kerabat Papa waktu kecil untuk ke pasar tradisional. Tentu saja berbagai kebutuhan sembako, sayuran dan hasil laut dijual di pasar Morotai. Pasarnya tidak terlalu besar dan memang tipikal warga di daerah mereka saling kenal dan bertegur sapa jika berpapasan di pasar. Suasana yang hangat seperti itu mana pernah terjadi di kota besar. Saya membeli jajan pasar untuk mengganjal perut yang sudah berbunyi-bunyi minta diisi makanan. Ikan laut yang masih segar Teman sekolah smasa kecil papa dan om saya Kekayaan hasil laut yg melimpah Surganya ikan laut Ikan Tuna Ikan asap Ikan Cakalang Fufu Kue-kue sedap Penjual jajan pasar

Menikmati Hidangan Sari Laut di Sentra Kuliner Pulau Morotai, Halmahera.

Ketika malam tiba di Pulau Morotai yang tidak terlalu ramai kala itu saya diajak untuk ke Sentra Kuliner Sari Laut yang ada di dekat Pelabuhan Speedboat Pulau Morotai. Sebuah spot yang ramai dikunjungi warga lokal untuk sekedar santap malam atau memang ingin mencuci mata. Disana benar-benar ramai waktu saya datangi. Ciri khas fisik penduduk Morotai seperti pada umumnya warga Maluku Utara, seperti campuran antara ras Melanesia dengan ras Melayu sehingga wajahnya memiliki pesona tersendiri.  Balik lagi soal Sentra Kuliner, saat itu saya mencoba masakan ikan laut yang saya lupa ikan apakah itu namanya. Kebetulan saat itu sepertinya sedang malam minggu jadinya ada live music yang menambah semarak suasana Sentra Kuliner Morotai. Pemusik sedang perform Santap malam dulu. Deretan meja kursi Ahh siap Sudut tempat kopi Sentra Kuliner Morotai