Acara pencarian dana sudah seharusnya memikirkan kreatifitas dalam menghimpun dana. Hal ini sudah dilakukan oleh jemaat Gereja GPIB Eben Haezer Samarinda Kalimantan Timur.
Kala itu diadakanlah acara yang menampilkan budaya-budaya dari jemaat Gereja.
Budaya Batak, Toraja, Minahasa-Manado, Dayak, Nias, Jawa, Bali, Maluku-Ambon maupun Nusa Tenggara Timur semuanya menampilkan atraksinya masing-masing yang memang sangat menghibur sekali.
 |
Tarian Toraja.
|
 |
Penampilan anak sekolah minggu.
|
 |
Pendeta Gereja berbusana Ambon-Maluku.
|
 |
Gadis cilik Toraja hendak menampilan atraksi budaya.
|
 |
Ibu-ibu warga Batak menari Tor-Tor.
|
 |
Panitia menghitung uang yang terkumpul.
|
 |
Anak kecil yang sudah pandai berpose.
|
 |
Diriku bersama pak Pdt dan Titi, teman sekolah SMP saya dulu.
|
 |
Anak kecil suku Toraja sedang tampil.
|
 |
Ibu penari Katrili khas Minahasa Sulawesi Utara.
|
 |
Ibu-ibu Suku Jawa sedang menari di panggung.
|
 |
Jangan lupa sawer ya.
|
 |
Anak kecil dalam balutan busana Ambon-Maluku.
|
 |
Kerukunan warga Nusa Tenggara Timur.
|
 |
Warga Nusa Tenggara Timur sedang menari.
|
 |
Muda-mudi Ambon-Maluku sedang berdansa.
|
 |
Kerukunan warga Minahasa-Sulawesi Utara berdansa Katrili.
|
 |
Saya dengan warga Minahasa.
|
 |
Warga Nias, Sumatera Utara juga tampil.
|
 |
Wanita Dayak Lundayeh, Krayan-Kalimantan Utara juga ikut meramaikan. |
 |
Warga Nias-Sumatera Utara bersiap menampilkan atraksi berperang mereka.
|
 |
Wanita Nias-Sumatera Utara berjalan menuju panggung.
|
 |
Bersama wanita Dayak Lundayeh Krayan-Kalimantan Utara.
|
 |
Muda-Mudi Nias sedang menari di panggung.
|
 |
Anak kecil berbusana setelan Ambon-Maluku.
|
 |
Saya berbusana Jawa Timuran dan Mama berkebaya. |
Komentar
Posting Komentar