Ba' Bening Gendongan Bayi suku Dayak Kenyah Kaltim.
Suku Dayak Kenyah yang banyak tersebar di Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau tentu saja masih memelihara tradisi pembuatan dan pemakaian gendongan anak bayi umur sekitar 6 bulan hingga umur 2 tahun.
Gendongan untuk anak bayi yang disebut dengan Ba' atau Bening ini dulunya digunakan warga suku Dayak Kenyah terutama kaum ibu-ibu untuk membawa anak balita mereka ketika ibunya berladang, berkebun atau sedang berjalan beraktivitas diluar rumah.
Gendongan Bening ini semakin cantik karena dihias ragam manik-manik batu yang bermotif macam-macam, ada yang bermotif hewan Harimau, Naga, motif wajah manusia, motif sulur daun pakis atau motif lainnya. Tentu saja motif gendongan Bening milik para bangsawan Dayak Kenyah yang biasa disebut Paren berbeda dengan motif gendongan Bening milik golongan rakyat biasa.
Pola manik-manik batu itu dibuat dengan pengerjaan manual tangan manusia yang rumit dan sulit. Bentuk motif begitu rapi dan presisi pas sesuai ukuran gendongan Bening. Hebat ya kemampuan masyarakat suku Dayak Kenyah dalam membuat gendongan Bening ini. Ancung 2 jempol dulu.
Beberapa gendongan Bening yang dimiliki kaum bangsawan suku Dayak Kenyah menambahkan taring gigi Beruang, Babi atau Harimau sebagai hiasan gendongan Bening ini. Biasanya Gendongan Bening merupakan warisan turun temurun.
Saya suka sekali melihat rupa gendongan Bening ini apalagi gendongan Bening yang dibuat oleh generasi pendahulu, harganya lumayan mahal bagi saya. Ingin sekali memiliki gendongan Bening ini untuk digunakan menggendong bayi saya kelak hehe.
![]() |
Lihat ukiran manik-manik yang rumit, ini semua merupakan bikinan tangan manusia |
![]() |
Bahkan tali gendongan Bening juga dihiasi manik-manik batu. |
Terbukti kan bahwa masyarakat bangsa negara kita begitu berbudaya dan memiliki jiwa seni yang tinggi. Banggalah akan kemampuan dan produk lokal bangsa kita.
Komentar
Posting Komentar