Menyeberang Tobelo-Morotai.
Setelah berjalan jauh dari Kota Balikpapan Kalimantan Timur hingga tiba di Kota Tobelo Maluku Utara, kisah perjalanan dari Kota Balikpapan dapat dibaca
disini. Rasanya sungguh sayang sekali jika tidak menyebrang ke Pulau Morotai, secara sejarah Pulau Morotai adalah tempat berperang pasukan sekutu dan Jepang pada masa perang dunia ke II. Secara historis keluarga besar Papa termasuk Papa saya sendiri lahir dan besar di Pulau Morotai dan begitu panjang ceritanya hingga akhirnya kami termasuk saya besar di Kalimantan Timur.
 |
Gerbang Pelabuhan Tobelo
|
Belum pernah sekalipun seumur-umur saya main ke Pulau Morotai dan saya bertekad dalam hati paling tidak suatu hari nanti saya HARUS bisa menginjakkan langsung kedua kaki saya di Pulau Morotai. Yah semacam napak tilas dulu Papa dan orangtuanya menghabiskan masa kecil seperti apa sih.
Nah rasanya tanggung jika sudah sampai kota Tobelo tapi tidak melanjutkan ke Pulau Morotai karena ya itu tadi, satu-satunya akses ke Pulau Morotai ya melalui pelabuhan speedboat dari Kota Tobelo. Ibarat kata tinggal selemparan batu saja bukan untuk sampai ke Pulau Morotai.
 |
Pelabuhan Speedboat Tobelo
|
Maka dari itu setelah berdiskusi dengan keluarga Papa saya yang tinggal di Kota Tobelo maka menurut saran dari mereka sebaiknya saya kesana di hari kerja saja supaya dapat terangkut karena jika hari libur (weekend) agak susah kendaraan speedboatnya dari Tobelo-Morotai pp.
Yasudah tibalah hari H saya diantar ke pelabuhan speedboat dan setelah membeli tiket speedboat saya duduk sebentar disitu melihat aktifitas masyarakat penduduk sekitar pelabuhan speedboat kota Tobelo.
Banyak nelayan yang kembali dari melaut dengan hasil ikan yang melimpah, ada juga orang-orang yang cuma sekedar memancing ikan di pelabuhan speedboat tanpa ikut menyeberang ke pulau Morotai. Ada juga mereka yang ingin pulang kembali ke Pulau Morotai setelah urusan mereka di Kota Tobelo selesai.
 |
Ikan laut hasil tangkapan warga.
|
Dan tibalah saatnya aku menyeberangi lautan menuju Pulau Morotai, ombak lautan yang memang semakin besar ketika meninggalkan laut sekitar Tobelo.
 |
Suasana di dalam kapal penyebrangan Tobelo-Morotai
|
 |
Aneka dagangan yg hendak di jual di Morotai
|
 |
Lama menunggu belum berangkat-berangkat
|
 |
Loket penjualan tiket, cuma bisa menerima uang tunai. |
 |
Tiba di pelabuhan Morotai
|
 |
Ramai orang menawarkan jasa angkat barang
|
 |
Morotai aku sudah tiba.
|
 |
Torang sosampe Morotai |
Komentar
Posting Komentar