Langsung ke konten utama

Keretapi Tanah Melayu Berhad (KTBM) Kuala Lumpur Malaysia

Kantor Keretapi Tanah Melayu Berhad (KTBM) di Kuala Lumpur





Ketika tiba di Kuala Lumpur dari Kota Kinabalu untuk singgah selama dua hari sebelum pulang ke Indonesia aku menyempatkan diri berjalan-jalan kaki di seputaran Kuala Lumpur. Aku mencoba menjajal rute yang selama ini belum pernah aku datangin dengan berjalan kaki. Yah selain karena aku ga ada agenda lain selama disini, gak ada sesuatu yang harus dibeli atau harus kesuatu tempat jadinya aku putuskan untuk mencoba iseng jalan random dengan hanya bermodalkan peta kota dan pastinya google maps.

Kenapa kok aku milih jalan kaki daripada naik transportasi MTR? padahal tempat tinggalku selama di Kuala Lumpur dekat bangeeeet dari Stesen Central (Pusat Stasiun semua moda transportasi darat di Kuala Lumpur). Yah yang jelas aku mau liat segala sesuatu dari dekat dengan berjalan kaki sekaligus olahraga dan jadinya kan aku tahu jalan-jalan tikus hehe. Lagian jalanan di sana ramah pejalan kaki dengan trotoar yang besar, bagus dan tidak ada pedagang asongan, tidak ada tukang parkir, aman dari copet jambret pokoknya aku ngerasa aman deh jalan kaki disana. Dan juga sebenarnya tempat-tempat hits di Kuala Lumpur ga terlalu jauh kok satu dengan yang lain asal mau dan kuat jalan kaki aja. Emang sih butuh waktu yang lebih banyak daripada naik kendaraan umum tapi ya memang itu yang dicari jadi yaudahlah yaaa lanjut.

Jadi dari Tambhipilay Brickfields aku berjalan terus ikutin peta hingga tiba di sebuah bangunan yang sering banget kuliat tiap kesini. Bangunan yang awalnya aku kira sebuah Masjid atau sebuah kuil India. Usut punya usut aku tahu bahwa bangunan ini adalah stasiun kereta api Kuala Lumpur. Bangunan ini berwarna putih dan besar sekali trus bangunannya sendiri memang bangunan bersejarah peninggalan kerajaan Inggris ketika mereka masih menduduki Malaya.

Nah diseberang stasiun kereta api Kuala Lumpur terdapat juga bangunan tak kalah keren dengan warna yang sedikit lebih macho! Warna coklat/krem khas limestone. Gaya bangunannya mirip kayak bangunan stasiun kereta api Kuala Lumpur yang memang letaknya pas berseberangan. Begitu masuk kedalam ternyata bangunan ini adalah kantor pusat dari KTBM (Keretapi Tanah Melayu Berhad). Isinya ada apa? ya namanya juga perkantoran ya isinya ada pekerja-pekerja gitu. Mereka berseliweran dengan seragam warna hitam.

Digedung ini ada beberapa bagian yang tidak boleh dimasuki atau dinaiki seperti tangga melingkar yang keren banget. Padahal anak tangganya berada diluar gedung kok jadi ga perlu masuk kedalam gedung dulu untuk naik keatas. Tapi sayang akses masuknya ditutup dengan alasan keamanan. Struktur gedung ditakutkan tidak kuat lagi karena sudah usia.

Ya gapapa sih sekedar berjalan dilorong-lorongnya dan mengambil foto disini gak masalah kok.

Selesai keliling disini aku mampir ke Masjid Negara Malaysia yang posisinya pas di belakang kantor KTBM. Masjidnya ga sebesar Istiqlal Jakarta ah. Terus masih diarea yang sama ada stasiun TV Al-Hijrah & Kantor Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan








Ini di lorong kantor KTBM itu. Epik kan




Sayangi Malaysiaku

TV Al-Hijrah

Kantor Agama kali ya ini

Surau berjalan? hmm ide yang bagus

Masjid Negara

Stasiun Kereta Api Kuala Lumpur



Komentar

  1. Promo www.Fanspoker.com :
    - Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
    - Bonus Cashback 0.5% Setiap Senin
    - Bonus Referal 20% Seumur Hidup
    || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki