Langsung ke konten utama

Tulude Kota Manado 2019 Pesta Syukur Masyarakat Nusa Utara, Sulawesi Utara.

Walikota dan Wakil Walikota Manado

Sungguh beruntung rasanya ketika di hari-hari terakhir masa cuti dari liburan perjalanan saya dari Ternate Maluku Utara & Halmahera maka kota terakhir yang saya singgahi sebelum pulang ke Balikpapan ialah kota Manado Sulawesi Utara. 

Kenapa kok saya bilang beruntung? Iya sebab baru satu hari di Manado rupanya akan diselenggarakan acara adat Tulude yang biasanya dilakukan oleh warga Nusa Utara (Sitaro, Sangihe, Talaud) yang merupakan kelompok besar suku di Sulawesi Utara setelah suku Minahasa. Nah lo jarang-jarang kan bisa bertepatan gitu. Ohya Nusa Utara itu merupakan wilayah kepulauan yang berada di sebelah utara pulau Sulawesi serta berbatasan langsung dengan negara Filipina.

Kebetulan tahun ini acara Tulude ini diadakan dalam skala besar. Kelompok warga Nusa Utara se-kota Manado berbondong-bondong terlibat dalam gelaran acara adat ini.

Penasaran sih dengan acara Tulude ini. Sebagai anak yang memiliki keturunan Sangihe dan besar di kota orang makanya saya sangat seneng banget bisa langsung melihat acara semacam ini langsung dari daerah asalnya di Sulawesi Utara. 

Penari sedang gladi resik

Acara ini sebenarnya rutin dilakukan setiap tahun sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan atas capaian selama satu tahun yang sudah diraih. Komunitas Nusa Utara dimanapun mereka berada pasti melakukan hal ini.

Nah walaupun Papa juga ada keturunan Nusa Utara (Sangihe) Papa gak familiar dengan acara semacam ini karena Papa juga lahir dan besar dikota orang makanya Papa begitu saya tanyain soal acara Tulude ini juga ga bisa ngasih jawaban yang memuaskan hati. Hehe


Hiasan pintu masuk

Acara Tulude di Manado ini berlangsung didepan kantor Walikota Manado. Ada banyak tenda-tenda yang disusun disekitar lokasi acara. Ada banyak komunitas Nusa Utara dari seluruh belahan kota Manado yang datang saat itu. Ada komunitas pemusik bambu yang memainkan alat musik dari bambu dengan suara yang lebih apik daripada alat musik modern. Lagu yang dimainkan juga selain lagu-lagu daerah Nusa Utara ya lagu-lagu hits masa kini.

Tulude 2019


Ada pula grup "Masamper" alias kelompok penyanyi pria Nusa Utara yang bernyanyi berkelompok sambil menari dan melakukan koreografi. Haha sebelum tenar boyband kayak sekarang cowok-cowok Nusa Utara sudah melakukan hal ini sejak jaman dahulu kala. Suara berat mereka wuihhh keren banget dan saya pun merasa gagal sebagai keturunan Sangihe yang tidak memiliki bakat dan suara seperti mereka. Haha

Pendopo Tulude


Selain itu juga terdapat kelompok Nusa Utara lainnya yang memakai baju daerah dan menari ala Nusa Utara yang ikut pawai perjalanan mengiring kue adat Tamo. Kue yang nantinya akan dipotong pada puncak acara Tulude.
  
Tampil pula bapak Walikota dan Wakil Walikota Manado bersama istri yang datang ke acara Tulude ini dan memakai pakaian adat Nusa Utara. Wuih mantap pak.

Secara umum saya memang benar-benar tidak mengerti satu patah kata pun bahasa Nusa Utara yang dipergunakan mereka. Tapi yaah nikmati aja acara ini sampai selesai. 

Rela deh panas-panasan dan berdiri-berdiri karena ga dapat tempat duduk asal bisa ikut acara ini.
Yang aku suka tuh pada saat penampilan Masamper semua penonton diajak ikut bernyanyi dan menari bersama. Aku ya ikutan gerakan menari maju mundur aja haha ikutin alur tanpa ikutan bernyanyi karena emang gak tau sama sekali.

Acara Tulude ini dimulai dari siang hari sekitar jam 14.00 hingga malam jam 22.00. capek? bangeeeet. Puas? Pastinya dong.

Semoga nanti aku bisa berkesempatan untuk datang langsung ke Nusa Utara yah meskipun sudah ga ada satu keluarga pun disana tapi aku harus liat langsung indahnya tempat itu.












Penari perang dari Sangihe

Arak-arakan kue Tamo pada acara adat Tulude

Indonesia Tanah Airku

Satpol PP kota Manado sedang beraksi

Masamper, acara bernyanyi bersama

Seru kan ya, ayo ikut menari

Bersama dengan ungke-ungke (mas-mas) Sangihe

Tulude kota Manado 2019

Komentar

  1. Promo www.Fanspoker.com :
    - Bonus Freechips 5.000 - 10.000 setiap hari (1 hari dibagikan 1 kali) hanya dengan minimal deposit 50.000 dan minimal deposit 100.000 ke atas
    - Bonus Cashback 0.5% Setiap Senin
    - Bonus Referal 20% Seumur Hidup
    || WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki