![]() |
| Kantor Layanan Migran |
Kalau hendak berangkat ke wilayah Borneo-nya Malaysia, yaitu Sabah maka kita bisa naik kapal ferry cepat dari Nunukan - Kalimantan Utara.
Pelayanan kapal ferry ini setiap hari kecuali hari Minggu (tidak ada penyeberangan dari kedua belah negara).
Tiket kapal ferry dapat dipesan melalui agent kapal atau bisa juga pesan online melalui aplikasi easyticket.
Setelah membeli tiket kapal ferry, maka tibalah waktu keberangkatan dan kita harus datang ke pelabuhan Tunon Taka Nunukan (Pelabuhan untuk kapal berbadan besar, seperti Kapal Pelni, Kapal Ferry swasta dan Kapal Ferry International).
Ohya, FYI di Nunukan Kaltara ada lagi pelabuhan lainnya yaitu pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan yang melayani speedboat tujuan Pulau Tarakan, dan Sei Ular. Jadi pastikan jangan sampai salah pelabuhan ya. Karena jarak antara kedua pelabuhan ini (Pelabuhan Tunon Taka dan Pelabuhan Liem Hie Djung) lumayan jauh. Ditambah lagi tidak ada ojek online di Nunukan, jadi akan merepotkan kalau sampai salah turun di pelabuhan.
Setelah tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, maka kita akan melakukan pemeriksaan paspor dan bagasi.
Suasana ruang tunggu saat itu sangat padat, arus penumpang yang hendak meninggalkan Indonesia sangat banyak sekali, rasanya sumpek sesak manusia dalam satu waktu bersamaan.
Ohya di dalam Pelabuhan Tunon Taka Nunukan terdapat ruang khusus yang melayani pekerja migran Indonesia yang hendak bekerja di Malaysia.
Sebelum berangkat maka kita perlu mengantri lagi untuk melewati kounter Imigrasi untuk periksa Paspor dan dokumen perjalanan.
Saya tak sanggup ikut antrean, saking banyaknya orang yang berdiri ditambah lagi suasana crowded ramai orang. Jadi saya tunggu sebentar hingga kloter terakhir barulah saya maju mengantri.
Ohya pastikan pula sudah memegang tiket kepulangan dari Malaysia supaya tidak menjadi pertanyaan dari petugas Imigresen Malaysia yang kadang bisa lebih galak.
Tiket pulang dari Malaysia dapat dibeli di pelabuhan Tunon Taka Nunukan, kalau masih bingung tanggal berapa rencana pulang, boleh kok beli tiket open date maksimal 30 hari dari keberangkatan Nunukan-Tawau.
Selesai melewati pemeriksaan paspor dan bagasi, langsung saja naik ke atas kapal ferry dan saat itu tidak ada seat, jadi bebas duduk dimana saja.
Penumpang tidak diperkenankan duduk di area luar kapal ferry karena berbahaya.
Ohya, jalur perairan laut ini sangat steril loh. Selain kapal ferry penyeberangan resmi dari kedua negara Indonesia-Malaysia tidak boleh ada lagi kapal lain ataupun perahu nelayan yang lewat jalur ini.
Karena perairan ini dijaga ketat dari kedua belah negara. Penjaga perbatasan terkenal tegas dan garang, tidak segan-segan bertindak kasar kalau ada pelanggaran lintas wilayah ilegal.
Perjalanan laut Nunukan Kaltara - Tawau Sabah bervariasi sekitar 1 - 2 jam. Arus ombak juga termasuk tenang dan cukup stabil tidak membuat mabuk laut.
Ditengah perjalanan menuju Tawau Malaysia, para penumpang akan diingatkan untuk mengisi data diri kedatangan yang diwajibkan oleh Imigresen Malaysia. Jadi yang dilakukan ialah mengisi data diri sesuai paspor, tanggal kedatangan di Malaysia, tempat tinggal di Malaysia di mana, dalam rangka apa dan menggunakan jalur apa ke Malaysia. Semua dilakukan secara online ya, para penumpang diminta scan barcode yang akan mengarah ke website Imigresen Malaysia.
Jika sudah selesai mengisi, maka akan ada email masuk berisi respon balasan dari Malaysia Arrival Digital Card berupa QR-code.
Oh ya di dalam kapal ferry juga sangat dingin, ACnya full power sepertinya.
Setelah tiba di perairan Malaysia, maka secara otomatis jaringan operator HP dari Indonesia sudah tidak bisa dipakai lagi, kecuali sewaktu di wilayah Pelabuhan Tunon Taka Nunukan kita sudah aktifkan layanan roaming Internasional, maka tidak akan ada masalah soal paket data selama di Malaysia.
Sampai di Pelabuhan Ferry Tawau, maka kita akan mengantri untuk pemeriksaan Paspor dan Bagasi lagi.
Di Pelabuhan Tawau petugas Imigresen nya ada yang galak, ada juga yang suka bergurau. Kebetulan saya waktu itu dilayani oleh mba-mba Chinese Malaysia dan orangnya lumayan santai.
Untuk bagasi, antriannya sangat panjang karena petugas scan X-ray sangat teliti dalam memeriksa bagasi bawaan penumpang.
Ada banyak jenis barang yang dilarang dibawa masuk Malaysia, kurang lebih yang saya tau dilarang ialah beras dan senjata tajam.
Setelah selesai melewati pemeriksaan Paspor dan bagasi, maka kita sudah bisa melanjutkan perjalanan selama 30 hari bebas visa. Ini karena privilege sesama warga ASEAN yang mengijinkan warga negara ASEAN dapat saling berkunjung ke negara ASEAN bebas visa selama 30 hari.
![]() |
| Tiba di Tawau - Sabah Malaysia |











Komentar
Posting Komentar