![]() |
| Ikan sungai terenak, sisiknya pun dapat dimakan |
Pulau Kalimantan terkenal dengan Sungai-sungainya yang sangat banyak, terbentang dari hulu ke hilir, di setiap wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei.
Sebagian dari Sungai di Pulau Kalimantan tadi sudah terkenal karena ukurannya, panjangnya, kedalamannya, dan kejernihan airnya.
Di dalam Sungai tersebut menyimpan berbagai sumber pangan, mulai dari berbagai jenis Ikan, Kerang Sungai, Udang, bahkan yang paling ekstrim lagi yaitu Labi-Labi (Bulus, semacam Kura-Kura berleher panjang dan ganas menggigit).
Ada satu jenis ikan sungai yang terkenal karena rasanya yang paling juara, mulai dari daging ikannya yang lembut dan manis, sisiknya pun juga bisa dimakan tidak keras malah saya rasa nikmat dengan sisiknya, nama ikan itu ialah Ikan Sapan.
Di dalam Sungai, ikan Sapan ini hidupnya di derah hulu sungai, terlebih khusus di sekitar air terjun, dan lebih lagi di sekitar air sungai yang jernih.
Semua karakter tersebut adanya di daerah hulu, air terjun berarus deras dan berair jernih merupakan habitat alamiah Ikan Sapan ini. Ikan Sapan kalau tidak salah hidupnya juga memakan biji-bijian dari pepohonan hutan yang jatuh ke sungai, makanya di kalangan penikmat Ikan Sapan sudah sering di dengar cerita tentang mabuk Ikan Sapan.
Konon, mabuk Ikan Sapan ini karena mengkonsumsi Ikan Sapan yang sewaktu masih hidup tak sengaja memakan biji-bijian tertentu yang dapat membuat efek seperti mabuk seperti kepala pusing, mual, dan lemas.
Ini bukan gejala keracunan Ikan Sapan ya, hanya efek sesaat saja. Tidak semua Ikan Sapan membuat efek seperti itu. Saya sendiri pun selama memakan Ikan Sapan belum pernah mengalami mabuk Ikan Sapan.
Selain itu ada alasan kenapa Ikan Sapan ini harganya sangat mahal, karena untuk mendapatkannya harus pergi jauh ke arah hulu sungai yang aksesnya sulit sekali.
Ikan Sapan ini jarang ditemukan di wilayah kota, biasanya hanya warga daerah hulu Sungai (Pedalaman) yang terbiasa menangkap ikan ini untuk dimakan sehari-hari.
Dan Ikan Sapan ini ditangkapnya tidak bisa dipancing, agak susah. Banyak yang memilih untuk menyelam dengan alat seadanya (kacamata) dan tombak/busur untuk menembak Ikan Sapan sambil menyelam.
Terbayang betapa sulit dan berbahaya kan untuk bisa dapat Ikan Sapan ini? Makanya harganya pun mahal.
Ada lagi alasan kenapa ikan ini harganya mahal, yaitu habitat alamiahnya semakin berkurang di Pulau Kalimantan entah itu di wilayah Indonesia, Malaysia maupun Brunei, semuanya mengalami kondisi serupa, alih fungsi di daerah hulu.
Alih fungsi lahan hutan menjadi permukiman, ladang dan kebun, belum lagi Sungai yang semakin tercemar karena kegiatan manusia semakin membuat ikan Sapan ini berkurang di alam liar.
Konon kabar beritanya Sultan Brunei dan kerabatnya menyukai Ikan Sapan ini, dan karena hulu Sungai di wilayah Brunei juga berkurang maka mereka mengekspor Ikan Sapan dari Kalimantan-Indonesia untuk bisa menyantap hidangan ini.
Karena uang bukanlah masalah bagi Brunei, maka mereka pun siap mengekspor Ikan Sapan ini hidup-hidup.
Ohya, selama ini belum pernah ada yang berhasil berternak Ikan Sapan di keramba, atau kolam. Karena Ikan Sapan ini cuma dapat hidup di arus yang sangat kuat dari aliran air terjun.
Biasanya Ikan Sapan ini kalau tidak di goreng, dibakar, ya dijadikan kuah kuning yang sedap.
Jika di bakar, Ikan Sapan ini terasa manis dagingnya, lembut sekali bahkan sisiknya pun dapat dikunyah lo.
Jadi kalau dibakar ya tak perlu repot-repot mengeruk sisiknya, sebab sisiknya adalah bagian terbaiknya.
Jadi bagaimana menurut kalian tentang Ikan Sapan ini?
Silahkan berkomentar


Komentar
Posting Komentar