Langsung ke konten utama

Cross Country, menjelajah alam menembus batas.

Salam satu bangsa & selamat siang semuanya,


Pastinya kita semua dalam keadaan yang sehat dan bahagia selalu.


Saat ini saya sedang senang-senangnya ikut program berjalan kaki menjelajah menembus hutan, berjalan beramai-ramai, naik turun bukit. Nama program itu adalah cross country. Kegiatan ini rutin diadakan oleh perusahaan saya bekerja sejak tahun 1996, waw kebayang kan sudah lama sekali kegiatan ini? 

Berjalan kaki melintasi kebun, hutan, rawa, bukit, jalanan berbukit, jalanan terjal, rerumputan, lumpur sudah pasti akan dihadapi. Justru hal seperti itulah yang mendorong saya untuk mengikuti kegiatan ini. Sebenarnya kegiatan ini mengobati kerinduan masa kecil saya, dulu saya sering menjelajah hutan disekitar rumah, entah dengan berjalan kaki, bersepeda, sendiria maupun berkelompok. 

Menjelajah hutan  dan perkebunan itu menyenangkan bagiku, karena kemana mata memandang dan kaki melangkah saya bisa dengan seenak hati berjalan melintasinya tidak perlu mengikuti jalur yang sudah ada, toh semua ini bebas dilakukan siapa saja. Hal itu yang membuat saya merasakan kebebasan. Kebebasan menentukan ke arah mana saya melangkah, ke arah mana saya akan berjalan. Semuanya bebas saya tentukan ketika menjelajahi hutan atau perkebunan entah saya mau berlari, berjalan, sebentar-bentar berhenti atau sekedar duduk-duduk bengong disebuah spot yang enak menurut saya, semua itu pilihan, tiada yang membatasinya kecuali diri kita sendiri entah kita mau melakukannya atau tidak.

Kembali lagi kepada topik mengenai cross country, di kantor tempat aku bekerja, kegiatan ini rutin diadakan setiap hari sabtu jam 07.00 pagi hingga selesai. Rute-nya pun bermacam-macam, mulai dari dalam kota Balikpapan hingga agak ke pinggiran kota. Mirip seperti trail run sih, namun kegiatan ini hanya berjalan kaki. Saya salut dengan para senior, kebanyakan mereka sudah lansia, namun semangatnya itu lohhh. Kalah saya yang masih muda ini. Kadang stamina mereka lebih fit malah! Kadang saya merasa sedih. Namanya juga berjalan melintasi hutan, mana ada jalur yang santai dan lurus-lurus saja. Yang ada jalurnya becek, licin, terjal, melandai, curam, banyak semak belukar, nyamuk, semut hutan, lebah. Komplit!

Disarankan memakai celana panjang dan baju lengan panjang supaya kulit cantik kita tidak tergores dan lecet terhindar dari gangguan hewan yang sangat menyebalkan seperti nyamuk. Ohya, peserta kebanyakan orang yang sudah tua dan setiap ada orang muda pendatang baru yang ikutan grup ini selalu diwanti-wanti agar tetap rutin dalam berkegiatan, jangan datang bolong-bolong dan selalu bertanya "kok sendirian, temen-temen seangkatan kamu yang lainnya mana?" Glekk, kadang saya suka menjawab "mereka masih sibuk pak" atau "mereka lagi ada lemburan pak" padahal mah mereka lebih suka tidur bangkong sampai siang, balas dendam katanya karena semingguan selalu bekerja keras. Duh anak muda jaman sekarang bangunnya siang-siang (komentar yang sering aku dengar dari para senior). Kegiatan ini sendiri sudah rutin dilakukan  selama 21 tahun looh, bayangin malahan ada nih anggotanya yang dari masih baru bekerja sampai sudah pensiun masih rutin loh hadir acara ini. Terutama bagi pensiunan, acara ini yang kerap ditunggu-tunggu. Sebagai ajang silaturahmi, bertemu kembali dengan kawan seperjuangan gitu. hehe, suatu saat pastinya kita akan sampai pada fase tersebut. Jadi nikmatilah setiap drama-drama dalam lingkup pekerjaan, kelak kita akan merindukannya sama seperti para anggota senior tersebut.

Setelah kami semua berkumpul pada lapangan parkir kantor dan telah diabsen sekaligus berhitung, maka disitulah diumumkan rute kita akan kemana, biasanya sih panitia menyiapkan rute cadangan apabila rute pertama tidak memungkinkan dilakukan. Hah kok bisa? iya sangat bisa, misal : rute utama itu lokasinya dipinggiran kota dan membutuhkan alat transportasi massal untuk menuju kesana (biasanya disiapkan bis) namun yang sering terjadi adalah bis yang disediakan tidak cukup untuk menampung orang-orang yang hadir saat itu (lebih banyak yang hadir) sehingga rute cadangan disekitar kantor pun yang dipilih (kantor berada dekat dengan hutan kota dan perumahan perusahaan, biasanya rute itu yang dipilih).

Namanya juga berjalan bersama orang tua, mereka sedikit-sedikit heboh bercanda tawa, berfoto ria, bahkan nih saat naik di tanjakan atau turun di daerah curam, mereka sempet banget berfoto. Hihihi.
Kadang saya suka malu sendiri mengakui kalau saya kepayahan dalam hal stamina, buset ya. Namun hal itu selalu saya sembunyikan dengan cara tidak mengeluh capek atau bernapas ngos-ngosan!

 Dalam hutan ada banyak keseruan, misal salah arah, terkena lumpur, tiba-tiba gerimis, pemandangan yang unik, dll.

Berikut adalah foto-foto kegiatan cross country yang sempat saya abadikan, silahkan dinikmati. 

Yang tertib ya.

Jalan terbaik, daun berguguran seperti musim gugur.

Tuh kan, foto dulu baru lanjut lagi.

Sedang mekar-mekarnya! Cantik ya seperti kamu.

Tunas yang baru seperti harapanku yang selalu baru.

Waw butuh waktu berapa lama hingga daunnya bisa seperti ini ya?

Di dalam hutan ada tanaman nanas berbuah, kira-kira ditanam manusia atau liar yaa?

Pohon pisang hutan, langsing yah pohonnya.

Waw ada terowongan, yuk masuk.

Keren ya ada beginian di tengah hutan kota.

Kira-kira ada buaya yang tinggal disini gak ya?

Fotoin saya dong pak.

Rumah idamanku di masa depan, keren menurutku.

Kayak summer camp gitu kan ya suasananya.



Yahh ditebang pohonnya, kasian.

Katanya sih ini kalau berbuah bisa dimakan.

Suka sedih liatnya.


Ijo royo-royo ya suasananya, seger gitu hawanya.



Demikianlah kegiatan cross country yang saya lakukan, berikutnya akan ada cerita menarik lagi yang akan saya tulis.





Terimakasih dan sampai jumpa lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki