Langsung ke konten utama

Menginap bersama kelompok paduan suara (refleksi & ucapan syukur) bagian 2.

Halo apakabar semuanya? 

Salam manis buat semuanya, setelah beberapa saat menulis tentang pengalaman menginap bersama kelompok paduan suara bagian pertama, klik disini.

Sekarang tibalah menulis kelanjutan acara menginap bersama itu. Setelah malamnya (23 Sept 2017) mengadakan acara bakar-bakar ayam, ikan nila, memasak bersama, makan bersama, menonton cd penampilan saat lomba paduan suara, tukar menukar kado, berdoa Rosario, sharing session, bermain musik dll, maka paginya (24 Sept 2017) ketika semua sudah terbangun (pada mengeluh tidak bisa tidur karena berisik atau ada juga yang tidak tidur, bergadang hingga pagi main games uno) kami semua melakukan senam bersama (sesuai kesepakatan hari sebelumnya). Beberapa teman perempuan kami sibuk di dapur mengupas singkong dan pisang, mereka mau mengolahnya menjadi penganan untuk sarapan pagi (sarapan yang ringan dan mudah di buat).

Senam ini dipimpin oleh teman kami sendiri dengan sistem tunjuk langsung dan dengan musik seadanya (tidak ada persiapan apapun). Haha untungnya yang ditunjuk memimpin senam mengiyakan dan langsung saja kita semua pun senam pagi. Canda tawa keseruan pagi itu cukup menghibur sekali, gerakan senam ala musik "Baby Shark" yang benar-benar menghibur, hehe karena yang membawakannya adalah seorang laki-laki, haha kocak!

Selesai senam pagi yang bisa dibilang cukup sukses ini, tibalah saatnya menikmati singkong goreng & pisang goreeeeeng. "Sikaaatt habiskan lagi laparrr ini" seperti itulah kira-kira komentar beberapa orang teman. Tak lupa pula kopi panas dan teh hangat tersedia, aduhh kapan lagi ya menikmati pagi yang gerimis dan dingin ditemani canda tawa, cemilan panas dan minuman panas seperti ini? Beberapa teman malahan ada yang berdansa, widihh keren ya? Mereka asal Flores & Manado sih, sehingga tidak asing lagi dengan berdansa, adalah sebuah hal lumrah untuk berdansa di daerah mereka.

Jika bukan karena mengenal paduan suara ini, mungkin saya tidak akan mengalami hal seperti ini. Dengan acara yang kami persiapkan bersama, run down acara yang dibuat bersama, games yang persiapannya kurang atau  bahkan muncul di menit-menit terakhir ketika akan dimulai sesi games tersebut.

Setelah puas sarapan, langsung saja kami pergi menuju pantai (jarak antara pantai dan villa tidak jauh, cukup berjalan kaki tak sampai 1 menit sudah tiba). Keseruan games dalam lingkaran (berpindah tempat ketika clue disebutkan) siapa yang kalah harus terkena hukuman (menari & bernyanyi) semua yang ikut bersikap sportif dan tidak ada lagi tunjuk-tunjukan, tunggu-tungguan dan jaim-jaiman. Puas bermain dipantai kami lalu kembali ke villa untuk menikmati.... es buah! Sisa buah semangka, nanas & melon cukup banyak maka para perempuan di dapur berinisiatif membuat es buah dan dicampur susu kental manis plus sirup. Lumayan juga nih idenya, haus segera terbayarkan dengan segarnya es buah.

Karena saat itu gerimis semakin deras maka diputuskan acara games selanjutnya dilakukan di halaman depan villa saja. Games selanjutnya adalah pesan berantai! Setiap orang terbagi menjadi tiga tim dan dipilih satu orang dari masing-masing tim untuk maju dan menerima pesan dari panitia untuk kemudian diteruskan kepada anggota tim masing-masing. Setelah pesan tersampaikan kepada anggota yang terakhir barulah diumumkan apa isi pesan tersebut. Nah disini nih pentingnya komunikasi, hehe karena banyak sekali pesan yang melenceng jauh dari pesan yang sebenarnya. Ada beberapa bagian yang hilang, ditambah bahkan kurang lengkap. Seperti itulah kira-kira di dunia nyata jika komunikasi kita kurang lancar maka dapat berakibat tidak baik dalam hubungan sosial kita.

Puas games pesan berantai, selanjutnya adalah.... yel-yel. Disini tiap tim saling adu yel-yel, mengejek dan saling bersaing dalam yel-yel. Haha, terlihat jelas mana tim yang bersemangat membuat yel-yel dan mana tim yang kebingungan membuat yel-yel.

Setelah acara yel-yel selesai tibalah acara games yang agak serius nih, yaitu.... cerdas cermat Alkitab. Hehe, kali ini tiga tim tadi dipisahkan dan dipilih salah satu perwakilan tim untuk didudukkan pada kursi panas. Kursi panas? Iya jadi orang yang dipilih tadi duduk sambil mendengarkan pertanyaan yang diajukan, setelah pertanyaan selesai maka untuk dapat menjawab ketiga wakil tersebut harus berlomba-lomba lari dan mengambil tongkat yang sudah di taruh jauh didepan mereka. Barangsiapa yang berhasil mengambil tongkat itu, merekalah tim yang berhak menjawab pertanyaan. Jika jawaban mereka benar mereka akan mendapatkan poin, namun jika jawaban mereka salah tidak ada yang namanya lempar pertanyaan kepada tim lainnya melainkan berlanjut ke pertanyaan selanjutnya sambil diberitahukan jawaban yang benar.

Puas bermain games maka kami memutuskan untuk berberes barang bawaan, membersihkan villa, mandi dan persiapan foto bersama dengan dresscode warna putih!
Ini saat yang ditunggu-tunggu, foto bersama di tepi pantai memakai baju berwarna putih (tidak mutlak harus putih sih, warna krem juga ada). Ini membuktikan keseragaman terkadang merupakan hal penting dalam sebuah hubungan bukan?

Setelah berfoto bersama di pantai selesai, maka kami pun segera berkumpul lagi di dalam villa untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal, memastikan pintu terkunci, kompor sudah dimatikan, ruangan sudah dibersihkan dsb. 

Sebelum pulang tak lupa sebagai orang yang beriman kamipun berdoa agar kami tiba selamat sampai dirumah masing-masing, saat itu pukul 13.00 siang.

Ada rasa sedih dihati dan rasa agar jangan cepat berakhir, senang juga rasanya hati ini karena kami dapat melaksanakan acara ini dengan lancar dan tidak ada hambatan yang berarti. Lega bahwa acara sudah selesai dan rasa capek akibat mempersiapkan kegiatan ini sudah tidak ada rasanya lagi.


Akan selalu aku kenang kegiatan ini, dimana hal ini merupakan hal pertama kali berkumpul bersama seperti ini dan tanpa ada rasa curiga satu dengan yang lainnya. Terimakasih semuanya, terimakasih Balikpapan.




Ini dia villa tempat kita menginap.

Kenalin namanya Jesi, anjing kecil yang gak ada galak-galaknya.

Pagi-pagi teutetup ya, main gitar dulu sambil bernyanyi.

Ayo senam biar semakin sehat!

Gerimis tidak menghalangi kegiatan saat itu.

Ayo-ayo mari ke pantai kita main games.

Seru kan main di pinggir pantai begini.

Cis kacang buuuuuuncis.

Mari bergandengan tangan ya sebelum bermain games.

Jangan ngomel dong kak.

Cewek-cewek kalo sudah lapar, beringas euy.

Games berlanjut lagi di depan villa.

Saling ejek sudah biasa.

Ayo mana yel-yel kalian.

Penonton bayaran harap jangan ribut ya, lagi ada diskusi.

Sebelum pulang, bersihkan dulu ya villa-nya.

Mas-mas pekerja keras yang kelelahan.

Bersama wartawati.

Saatnya foto bersama, pakai dresscode warna putih yaa.

Selfie dulu dongs.

Bersama ibu-ibu kompleks yang ceriwis.

Sebelum pulang, berdoa dulu ya.

Jangan lupa pastikan pintu sudah terkunci.

Sayonara sampai berjumpa lagi.

Salah satu panitia saat pulang.



Sampai jumpa lagi dalam tulisan selanjutnya semoga kita semua diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi hari-hari kita.


Mudah-mudahan saya mendapat banyak ilham dan materi untuk dapat menulis sesuatu hal disini.



Terimakasih banyak!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki