Langsung ke konten utama

Jajanan Pasar di kota Macao / Makau.

Pastelaria Koi Kei, toko panganan yang hits seperti dendeng & Portuguese Egg Tart dll.

Cemilan di kota judi Makau/Macao umumnya kalo ga kue-kue kecil, dendeng ya sudah pasti rebus-rebusan yang aku ga tahu itu namanya apa. Yang jelas rasanya enak haha rasa emang tidak pernah berbohong. 

Yap puas berjalan kaki menyusuri kota yang sebenarnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu sophisticated ini mata dan hidungku bersatupadu menuntunku untuk memilih gerai makanan yang aromanya menggugah selera.

Rame sih emang antriannya tapi itu sepadan kok dengan rasanya.

Aku bosan makan yang manis-manis seperti kue / cake. Aku mau mencoba sesuatu yang lebih lokal dan lebih masuk di lidah. Jadinya aku pesen dendeng yang dibungkus sekaligus aku pergi mengantri di kedai rebus-rebusan.

Apa sih yang direbus? ya macam-macam, bola bakso daging, bakso ikan, kepiting, sayuran, jamur, tahu, dll. Nantinya bahan-bahan tersebut sudah ditusuk-tusuk seperti sate dan sudah disajikan. Tinggal kita pilih mau makan yang mana. 

Tusukan yang sudah kita pilih kemudian direbus pada kuah pedas yang memiliki rasa seperti kuah kari.

Aku sih maunya makan semua tapi aku sengaja mencoba merasakan setiap varian yang berbeda-beda jadi biar tahu seperti apa rasanya.

Hmm setelah sibuk mengantri dan menunggu pesanan selesai dibuat. Kemudian saya duduk di kursi umum untuk menyantap panas-panas cemilan ini. 

Porsinya semakin membesar ketika selesai direbus. Ketika dipajang kan tidak mengembang tuh, nah begitu sudah mateng porsinya menjadi bertambah. Hoaaaah kenyaaaang.


Ini ni yang aku suka cemilannya, direbus / dikukus terus dicocolin kuah pedas seperti kari

Bersih ya dapurnya. Kita bisa liat langsung proses membuatnya.
Seperti ini nih penampakannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki