Langsung ke konten utama

menonton Classical Music Night

Ketika suatu sore tiba-tiba aku mendapat pesan instan dari mbak Ratih kalau sudah dipesenkan tiket untuk menonton konser musik klasik dari kantornya dengan pemain musiknya sebagian merupakan karyawan, keluarga karyawan maupun partisipan dari luar seketika itu juga aku langsung senyum-senyum sendiri (yess!! mau bangeeeet mbak).


Ceritanya konser ini baru aja di gelorakan kembali, dulu waktu masih tahun 2000an awal acara ini rutin kok digelar. Namun makin kesini-sini sudah jarang banget acara ini dipertunjukkan. Intinya sih regenerasi pemusik klasik tidak bisa instan (kata pengantar dari bapak manajemen). 

Nah kebetulan tahun ini merupakan pertunjukkan pertama kalinya setelah sebelumnya vakum beberapa tahun. Acara ini menurutku lebih private sih, gak dipublish  kepada khalayak umum dan selain itu pemusiknya juga dari kalangan internal kok. Entah karyawannya, anak-anaknya maupun pemusik dari luar lingkup perusahaan juga ikut.

Yang aku suka waktu nonton konser ini tuh selain tempatnya yang nyaman udah gitu space-nya gak terlalu lebar dan besar jadinya nontonnya bisa puas. Bisa lebih dekat dari panggung. hehe


Acaranya sih jam 19.00 malam tapi kami dari jam 18.00 sudah cantik dan ganteng duduk manis nungguin waktu konser dimulai. Yah karena tidak ada sistem nomor kursi jadi mau gak mau yang datang duluan langsung milih tempat duduk. Kami pun gerak cepat menuju deret terdepan dong untuk menonton ini.


Hahah gak mau rugi.


Oh ya ada aturan yang digaris bawahi panitia agar pertunjukkan berlangsung nyaman yaitu :

a.   Tidak boleh keluar masuk ruangan pertunjukkan pada saat sedang berlangsung permainan musik. Paling tidak tunggu satu pertunjukkan selesai baru boleh keluar masuk. Supaya penonton lain dapat menikmati pertunjukkan dan supaya pemain musiknya juga ga terganggu dengan mondar-mandirnya penonton.


b.  Tidak boleh menyalakan lampu blitz  kamera kalau ingin mengambil gambar. Sudah jelas kan ini. Mengganggu penonton dan pemain musik juga.


c. Membuat keributan seperti ngobrol sendiri, ketawa-ketiwi atau menerima telepon dalam ruangan pada saat pertunjukkan dimulai.


d.  Orang dewasa yang membawa anak kecil dihimbau untuk mengajari sedari dini kepada anak-anaknya untuk menghargai orang lain dengan tidak berisik. (poin yang satu ini aku suka banget).


Ada banyak banget musik klasik yang dibawakan.

Seperti : Ave Maria (Bach), Four Season (Vivaldi), (Beethoven) dan lain-lain.


Alat musiknya pun mulai dari gitar klasik, biola, clarinet, flute & grand piano.



Secara keseluruhan aku bener-bener kehibur dengan pertunjukkan ini. Dan satu lagi menonton konser ini gratis lo! Keren ya.


Selesai acara musik pun masih ada kegiatan santap malam bersama antara pemain maupun penonton duduk satu meja bersama.



Terimakasih mbak Ratih udah ngajakin nonton konser ini.




Duduk manja nungguin konser mulai.

Tiketnya nih.

Aturan menonton konsernya.

Diakhir acara ada beberapa penonton yang berhak mendapatkan buku dibawah kursi, asik ya



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki