Langsung ke konten utama

Berenang di Pantai Bobanehena Rappa Pelangi, Jailolo Halmahera Barat



Gerbang utama pantai Bobanehena.


Helooo semuanya.

Beberapa hari di Jailolo Halmahera Barat sayang dong rasanya kalau cuma bobo-bobo manis didalem kamar. Ga rela aja gitu waktu cuti disiang hari berlalu cuman guling-guling mandjah.Untungnya saat aku datang kesana semua keluarga memang sedang libur (tanggal merah Hari Raya Imlek) trus aku diajakin mainan ke pantai. 

Yapp karena letak Jailolo yang memang berada di tepian pesisir laut jadinya tempat wisata ya gak jauh-jauh dari yang namanya pantai.

Kebetulan sore itu aku diajakin main ke pantai Rappa Pelangi Bobanehena yang ditempuh cuma 10 menitan lah ya dari rumah dengan naik mobil. Maklum kotanya ga terlalu besar jadi kalau kemana-mana ya deket. 

Pantai ini berair jernih namun tidak memiliki pasir pantai yang landai (cuma ada batuan karang dan laut yang dalam). 

Begitu masuk dari pintu utama kita akan berjalan di jembatan kayu yang cukup panjang dengan berbagai fasilitas disekitarnya. Fasilitas yang ada antara lain:
a. Rumah-rumah cottage pinggir laut.
b. Gazebo.
c. Kantin.
d. Kamar mandi.
e. Musholla.
f. Berbagai spot-spot berfoto, dll.

Sepupu-sepupuku di Jailolo.

Kantinnya pun menjual berbagai penganan khas Maluku Utara seperti "Pisang Goreng Mulut Bebek yang cuma ada di Halmahera" dan "Air Guraka alias air jahe merah hangat dengan taburan kenari" serta es Kelapa Muda dengan Gula Merah atau Sirup. 

Panganannya enak dan jangan takut makanannya dicurangi seperti berita reportase di tv yang pake bahan-bahan mecurigakan seperti "Memakai pengawet, pakai pewarna tekstil, cabe busuk, bahan kimia, pemanis buatan dan apalah-apalah itu". Kenapa aku bisa bilang gini ya karena orang-orang di daerah itu ga sejahat orang di kota besar, halaah. Yah intinya sih dikota kecil begini mau beli dimana juga bahan-bahan curang seperti itu? heheh.


Airnya jernih dan tenang banget.

Setelah asik berfoto-foto di spot foto yang memang sengaja disiapkan pengelola kamipun para sepupu cowok-cowok pada memilih untuk berenang!

Encha dengan kupu-kupu nya

Aku memilih tempat untuk berenang bersama sepupu-sepupu ku di salah satu sudut jembatan kayu yang lumayan sepi dibanding jembatan lainnya. Kami pun asik melompat dari pinggir jembatan kayu, berenang ke tengah-tengah, menyelam liat ikan-ikan. Yaah begitulah menikmati liburan hehe. Buka mata di air laut disini ga perih loh cobain deh. Dan juga disini tuh karena kota kecil jadi kalau kemana-mana suka ketemu dengan orang yang dikenal secara tidak sengaja. Kayak sepupuku itu yang ketemu dengan temen-temennya.

Berfoto di rumah pohon bersama Veli & Marvel

Jangan takut tenggelam disini karena airnya cenderung tenang karena berada di teluk sehingga tidak terlalu berarus airnya. Trus bisa kok kalau mau sewa pelampung disini (pelampung dari karet ban). Ohya pas berenang itu sering banget liat ikan warna-warni "Nemo" dan "Dory" keliaran disitu-situ aja. Hehehe asik yaa.

Banyak banget ikan-ikan berenang disela-sela batu karang ini.


Diajak main kesini sama mereka.

Asik berenang dan lompat-lompat eh ga kerasa tau-tau hari sudah mulai gelap. Dan iyah disini itu hari mulai gelap di jam 7 malam. Sebagai informasi di sini tuh masuk Indonesia Bagian Timur jadi jamnya lebih cepat 2 jam dari WIB dan 1 jam dari WITA. Kalau pagi lebih duluan terang dan kalau malam lebih lambat gelapnya dari WIB & WITA. Paling sebel kalau misalnya menelpon dari sini ke daerah WIB karena kadang waktunya ga pas disini kesiangan dan di WIB sana kepagian kalau mau telpon. Huhuhuhu.


Walau belum puas main airnya tapi mau ga mau harus segera pulang karena sudah mulai sepi.
  



Ngakak gak sihh, haha


Suatu sore di Teluk Jailolo





Keren banget gak sih.



Marvel, sepupu yang doyan berenang.


Ayok ikut aku berenang.


Rumah-rumah lucu.


Jeffin, Sepupuku yang jago renang.


Laut dan Gunung? Hooohmaigad Jailolo memang luarbiasa bagusnya.


Berenang bersama sepupu, suatu hal yang jaraaaaaaaang banget bisa terjadi.


Saatnya kembali pulang.


Kurang banget waktu berenangnya.


Rumah-rumah ini tampak dari depan.


Pasirnya berwarna kemerah-merahan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki