Langsung ke konten utama

Burung Manguni & Tari Kabasaran di Benteng Moraya Tondano Minahasa, Manado Sulawesi Utara

Penari Kabasaran Minahasa dan Burung Manguni (Burung Hantu) kebanggaan warga Minahasa

Waktu pergi ke Manado tak lengkap rasanya kalau ga main ke Tondano. Daerah Tondano ini merupakan daerah pegunungan berhawa dingin dan sejuk. Uniknya lagi walau di daerah pegunungan di Tondano ini terdapat sebuah Danau yang luas loo. Danau Tondano namanya. 

Bersama sepupu hits dari Manado

Nah sebelum sampai di Danau Tondano kita lebih dulu tiba di sebuah benteng Moraya. Benteng ini bisa dibilang sebagai saksi bisu perlawanan masyarakat Minahasa terhadap Belanda. 

Ada apa sih di area benteng Moraya ini? Yah selain benteng disini terdapat beberapa penari Kabasaran yang berpakaian perang serba merah dengan aksesori topi bulu burung, kalung tengkorak monyet, parang/senjata tradisional dengan raut wajah yang seram. Mereka disini biasa menawarkan jasa foto bersama maupun foto memakai baju Kabasaran ini. Selain itu juga ada orang yang menawarkan berfoto bersama Burung Manguni alias burung Hantu. 

Benteng Moraya di Tondano

Burung hantu di tanah Minahasa merupakan sosok binatang yang amat dihargai oleh masyrakatnya karena dianggap sebagai pembawa kabar baik. Bahkan burung Manguni ini dijadikan simbol dan logo daerah di Sulawesi Utara dan bahkan dijadikan sebagai simbol organisasi GMIM (Gereja Masehi Injili Minahasa).


Diatas benteng Moraya ini tidak terdapat apa-apa hanya terdapat area pantau sekitar. Aku ga kuat lama-lama diatas benteng ini karena hembusan angin yang sejuk dan dingin.


Pemandangan dari atas benteng Moraya

Peluk aku sebentar saja Tuhan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki