Ketika berada di Keningau, Sabah, maka saya lantas tak lupa mencari informasi tentang Gereja Katolik setempat dari istri.
Ia tentu saja mengenalkan dan mengajak saya pergi beribadah di Gereja Katedral St. Francis Xaxier yang ada di tengah bandar Keningau.
Ia bernostalgia dengan Gereja ini, masa kecil dan masa sekolahnya dihabiskan pada tempat ini.
Misa pada Gereja ini memang ada yang menggunakan bahasa Melayu, bahasa Inggris, dan bahasa China. Saya tentu saja memilih layanan berbahasa Melayu.
Lagu-lagu untuk ibadah banyak diambil dari negara Indonesia dan Filipina loo, selain itu kitab sucinya menggunakan Alkitab dari Indonesia, wahh bangga yaa, produk dari negara kita dipakai oleh negara tetangga.
Kebetulan saat itu adalah hari raya Jumat Agung, dan saya berkesempatan mengunjungi Gereja ini dan beribadah di dalamnya.
Sepintas tiada yang berbeda namun kendala bahasa Melayu yang kadang saya bingung padanan kata dengan bahasa Indonesia tak sama.
It's okay lah namanya juga pelancong.
![]() |
Antrian kendaraan masuk Gereja Katedral St. Francis Xavier Keningau, Sabah Malaysia. |
![]() |
Seusai misa Jumat Agung bersama ayangbeb |
![]() |
Facade gedung Gereja |
![]() |
St Francis Xavier, pelindung Gereja |
![]() |
Pemberitahuan calon pasangan pengantin yang hendak menikah |
![]() |
Saya suka mengamati tata bahasa Melayu |
![]() |
My favorite spot |
Komentar
Posting Komentar