Seketika itu saya mendapat kesempatan untuk datang ke bagian hulu dari Sungai Segah yang ada di Kabupaten Berau.
Nama kampung itu adalah kampung Punan Mahkam, bukan Mahakam yaa, kalau Mahakam itu adalah nama Sungai besar yang melintasi kota Samarind.
Perjalanan menuju kampung Punan Mahkam kala itu saya tempuh menggunakan perahu air atau ketinting selama kurang lebih 45 menit dari Kampung Long Laai.
Benar-benar alam sekitar sungai tsb masih alami, dan udaranya segar belum ada pengotor seperti di kota besar.
Kadang terlihat burung-burung terbang berkelompok mencari makan, ikan yang melompat dari air sungai, bahkan biawak yang besar sedang berenang mencari mangsa.
Jaringan internet belum sampai ke daerah ini, jadinya kita merasa menyatu dengan alam tanpa harus sibuk melihat gadget.
Kampung Punan Mahkam ini merupakan kampung paling terakhir di hulu sungai Segah, sudah tidak ada lagi perkampungan setelah kampung Punan Mahkam.
Suasana kampung tidak terlalu ramai, hanya ada 1 RT sepertinya, tidak terlalu besar juga kampungnya, cukup mengitari berjalan kaki 20 menit sudah terlewati semua.
 |
Melintasi sungai menuju Kampung Punan Mahkam Long Pai
|
 |
Rumah panggung warga kampung Punan Mahkam |
 |
Suatu sudut kampung Punan Mahkam
|
 |
Jembatan kampung
|
 |
Masjid kampung Punan Mahkam Long Pai
|
 |
Kantor Karang Taruna Punan Mahkam
|
 |
Tiang ukir Dayak dari kayu Ulin.
|
 |
BUMK sarang walet kampung Punan Mahkam
|
 |
Papan nama jalan di kampung Punan Mahkam |
 |
Seperti ini lah suasana dari perahu ketinting
|
 |
Kantor Kepala Kampung Punan Mahkam
|
 |
Rumah warga setempat |
 |
Balai kampung, dihias ukiran Dayak berupa sulur pakis.
|
 |
Suasana di dalam balai kampung.
|
 |
Sebuah gedung gereja GKII
|
 |
Bangunan Sekolah Dasar
|
 |
Bangunan sekolah SD 001 Punan Mahkam
|
 |
Sungainya ada Buayanya looo, hati-hati |
Komentar
Posting Komentar