Jika kamu pernah mencoba jalur darat dari Kota Samarinda menuju Kabupaten Berau maka kamu akan merasakan sensasi jalanan yang kadang mulus, kadang rusak, kadang longsor, kadang macet, kadang lancar jaya, kadang menanjak, kadang turunan, dan kadang melihat satwa liar.
Kalau sudah sampai di daerah yang bernama Gunung Minyak, Kelay, Berau-Kaltim maka tak lama lagi kamu akan melihat kerumunan Monyet hutan yang keluar berjejer di pinggir jalan raya untuk meminta-minta makanan pada driver yang melintas Gunung Minyak. Perilaku Monyet tadi sudah tidak mencerminkan perilaku yang seharusnya bagi satwa liar.
Yap kamu ga salah baca, masih ada satwa liar berupa Monyet Besar yang menunjukkan diri untuk meminta makan di pagi hari, wahh sudah menyalahi kodratnya sebagai satwa liar. Takutnya Monyet itu akan menjadi manja, tidak bisa mencari makanan secara mandiri di dalam hutan dan bergantung pada manusia, dan jika terus-terusan seperti itu maka populasinya akan semakin banyak dan akan semakin bergantung pada manusia yang memberikan makanan pada mereka.
Suatu saat ditakutkan jika jumlah populasi Monyet hutan semakin tidak terkendali dan makanan yang diberikan manusia tidak mencukupi kebutuhan makanan mereka, sehingga para Monyet hutan satwa liar tadi menjadi ganas menyerang permukiman manusia untuk mencuri makanan. Karena mereka sudah tidak takut dengan manusia.
 |
Pagi hari pukul 06.00 sinar mentari pagi mulai nampak
|
 |
Satwa liar masih sering muncul di sini. |
 |
Di Gunung Minyak, tiada sinyal seluler yang dapat digunakan. |
 |
Menikmati indahnya pagi hari. |
Komentar
Posting Komentar