Langsung ke konten utama

Batu Cave, Malaysia

Pemandangan begitu tiba di stasiun akhir Batu Cave.

Kuala Lumpur mau jalan kemana?

Belanja pun tak lagi ingin, 
jalan-jalan ke Mall juga apalagi.


Terus kemana?

Yap saya memutuskan pergi ke Batu Cave yang letaknya paling ujung di peta / map rute KTM alias kereta Komuter yang berseliweran di Kuala Lumpur, Malaysia.


Batu Cave ini berada pada daerah yang didiami mayoritas etnis Tamil/India. Sejarahnya dulu mereka orang Tamil/India ini dibawa oleh bangsa Inggris ke daratan semenanjung Malaysia untuk diperkerjakan di berbagai bidang seperti perkebunan dan perkereta-apian di Malaysia.

Jadilah anak cucu mereka sampai saat ini hidup dan tinggal di daerah komunitas ini.

Ohh begitu ya?




Perjalanan menuju Batu Cave mudah kok. Kalian cukup menemukan dulu stasiun kereta Komuter terdekat dari tempat tinggal kalian di Kuala Lumpur terus tinggal pilih deh rutenya dan beli tiketnya. 

Mudah kan?

Kebetulan saya suka tinggal di dekat daerah stasiun KL Sentral sehingga saya tidak susah menemukan berbagai rute tujuan kemanapun di seluruh Semenanjung Malaysia. Saya tidak perlu bersusah payah mencari rute transit karena dari KL Sentral semua rute dari seluruh Semenanjung Malaysia berhenti dan melewati stasiun ini.

Dari KL Sentral mau menuju Singapura? bisa. Ke Pulau Pinang / Penang ? bisa. Ke Malaka? Bisa. Ke perbatasan antara Malaysia dan Thailand? Oh tentu bisa!


Nah ketika tiket menuju Batu Caves sudah di tangan yasudah saya langsung melenggang mandjah menaiki kereta kencana Komuter yang akan membawa saya menuju Batu Caves.


Yipiiiiiii.


Perjalanan cukup lancar kok dan nyaman. Apalagi stasiun akhirnya berada persis tepat diseberang Batu Caves.



Begitu tiba dan masuk areal ini wangi semerbak dupa India dan rempah-rempah begitu terasa kuat. Patung Dewa-Dewi yang berwarna cerah tampak disana-sini, panganan khas India, kalung bunga segar, manisan dan suvenir banyak dijajakan disini.


Batu Caves ini aslinya ya gua dari bebatuan limestone atau batu kapur.  Dan didalamnya terdapat kuil pemujaan Hindu India. 
Batu Limestone  di dalam gua Batu Cave

Terletak diatas bukit sih kuil ini dan dapat didaki hanya dengan berjalan kaki. Tiada yang tahu pasti berapa jumlah anak tangganya. Yang jelas sih cukup membuat awet muda dengan berjalan kaki naik turun setiap hari.

Dark Cave Malaysia.


Pintu masuk gua penelitian.

Disana-sini banyak terdapat hewan monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) dan juga burung Merpati yang hidup bebas berkeliaran. Mereka para kawanan Monyet dan Merpati ini tampak sangat dihormati oleh para penduduk setempat.

Monyet ada dimana-mana.

Patung dewa Murugan yang bersepuh emas tampak berdiri dengan gagah disini dan sering dijadikan objek berfoto.
Patung dewa Murugan yang gagah menjulang tinggi.

Ohya bagi kalian perempuan cantik yang berjilbab disarankan untuk tidak naik sampai area tertinggi anak tangga karena pastinya kalian akan disuruh turun kembali.
Otoritas Malaysia mewajibkan seseorang Muslim untuk tidak masuk ketempat yang bertentangan dengan syariat Islam.

Yap karena cuaca Malaysia kurang lebih dengan di Indonesia maka kusarankan memakai  baju yang mudah menyerap keringat, memakai topi, mengusapkan tabir surya dan jangan lupa kacamata hitam biar makin ganteng. 



Ada banyak patung yang keren didalam gua.

Patung Dewa Hindu terpampang disepanjang Gua Batu Cave

Kuil Hindu didalam gua Batu Cave

Patung Dewa Hindu ini sungguh keren bukan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki