Langsung ke konten utama

(Mengintip) Kegiatan Awak Kapal

 Kru Kapal ngapain aja sih kalo berlayar?


Namanya juga manusia, mahluk sosial. Meskipun di tengah laut tetap juga dong butuh teman bicara, bersosialisasi, gibah, gosip dari isu nasional, kriminal, politik hingga topik jorok birahi ala bapak-bapak.

Selama ini aku ga pernah tau seperti apa ya rasanya kalau kerja di laut itu?
Betah ga ya dilaut?
Ngapain aja ya kerjanya?
Terus kalo makan gimana? ada yg jual pecel lele lalapan ga yaa di tengah laut? hahaha

Ini diaaaa secuil kegiatan orang yang kerja di kapal.
Karena kerjanya berbulan-bulan lama banget dilaut jadi satu sama lain wajib saling jaga hubungan baik dan harmonis. Ga lucu kan kalau dimusuhin satu kapal, bisa-bisa bangun pagi sudah di tengah laut karena dibuang teman-temannya hahaha.


Ruang utama kapal ini, untuk main PS.


Kalau lagi ga waktunya jaga biasanya ya mereka bersantai, rebahan, main game, selayaknya kalau lagi di darat lah. Inget yaa ga bisa main HP atau liat Yutub karena ga ada sinyal meen di tengah laut.

Para kru kapal lagi istirahat.


Kapten kapal (di kursi biru) asyik main PS.

Jadi klo para kru bosan di kamar ya mereka keluar untuk kumpul diruang utama yang isinya hiburan untuk mereka, ada TV, Karokean dengan sound sistem yg oke. Tapi balik lagi ga semua kapal isinya sama seperti ini ya.

Makan siaaaang tiba.


Yang paling membuatku sebal kalau lagi musim jelek, banyak badai, arus kencang. DUhlaaah serasa ga kuat terombang ambing gelombang, mana angin laut juga bikin masuk angin.

Mau ke toilet susah, mau siram BAK atau BAB juga susaaah haha kapal suka oleng kan, tau-tau uda miring aja posisinya.

Yang enak, stok makanan melimpah, ada freezer untuk simpan stok bahan pangan (ayam, sayuran dan ikan). Kopi teh juga banyak kok.

Dapurnya bersih ya, masakannya juga enak.



Menu santap siang yang nikmat.


Indomie juga banyak dan teluuuur! hahah wajib hukumnya kalau dilaut.


Mabuk laut jadi rebahan aja disini.


Pasukan bodrex yang takut lapar dan mabuk laut gaesss.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi