Langsung ke konten utama

Terminal Bis Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kaltim.

 Terminal Bis Sungai Kunjang, Samarinda Kaltim.


Perhentian Bis dari Balikpapan, Kutai Kartanegara & Kutai Barat.


Sudah sering naik bis Balikpapan-Samarinda PP baru kali ini ingin menuliskan sesuatu tentang tempat ini.

Tempat kenangan, secara sering banget ku datangi karena langganan naik bis kalau mau pulang kampung ke Samarinda.

Secara umum lokasinya ada dipinggiran kota Samarinda, berseberangan dengan pelabuhan kapal kecil yg menuju hulu sungai Mahakam. Terminal ini khusus kendaraan bis atau mini bis yg datang dari Balikpapan, Kukar-Kubar.

Kalau bis dari Banjarmasin Kalsel dan Bontang-Sangatta bukan di terminal ini ya gaesss.

Kondisi terminal ini maaf yaaa, tidak terawat, bau pesing, kumuh, banyak bis dan kendaraan mangkrak diparkir disini terus tidak sebersih dan senyaman terminal bis Batu Ampar, Balikpapan.

Toilet umumnya, duhlaah... ruang tunggu juga ala kadarnya, tidak terlihat petugas dishubnya (entah apa emang aku yg kurang lama kali ya nunggu jemputan di terminal bis ini).

Semoga pemerintah kota Samarinda terlebih dinas-dinas terkait tergerak hatinya untuk merombak tempat ini agar lebih nyaman, aman, tertib dan teratur.


Pintu keluar terminal bis.


Kursi tunggu penumpang.


Kursi tunggu penumpang bis dari dekat.


Papan informasi, hmm akurat gak ya? entahlah...


Tampak sepi di kursi tunggu.


Bis yg hendak berangkat.


Daftar pengangkut yg beroperasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki