Tawau, Kota yang ramai di Sabah merupakan daerah perbatasan dengan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara - Indonesia.
Sesaat setelah mencari sarapan pagi hari seputaran Tawau, maka saya pergi berjalan kaki berbekal Googlemaps saya telusuri saja jalanan di depan mata.
Siapa sangka saya tiba di sebuah bangunan modern, yaitu Pasar Tanjung Tawau.
Sekilas dari luar bangunan ini seperti Mall, tapi saya salah besar, ini Pasar bukan Mall.
Saya hanya berjalan kaki di luar saja tidak masuk kedalam Pasar Tanjung karena toh saya tidak ada niatan membeli sesuatu barang di pasar.
Seperti layaknya suasana pasar, maka interaksi penjual-pembeli pun terasa disini.
Meskipun ramai orang dan ramai kendaraan, saya jarang sekali mendengar klakson kendaraan mobil ataupun motor.
Ada semacam peraturan tidak tertulis di Sabah Malaysia bahwa klakson hanya dipakai pada kondisi pelanggaran berat saja, misal menerobos jalur, menabrak kendaraan lain, dsb.
Haram hukumnya membunyikan klakson jika dalam kondisi normal, orang bisa saja marah tersinggung jika kita membunyikan klakson sembarangan.
Lagian di Sabah Malaysia rata-rata orangnya menggunakan prinsip defensif drive, alias santuy dalam berkendara. Tidak terburu-buru seperti di negara kita.
Jumlah penduduk yang tidak terlalu padat membuat pengendara pun juga tidak banyak.
Ohya, tukang parkir pun tidak ada loh di Pasar Tanjung - Tawau ini.
Pengemis juga tidak ada.
Pedagang berjualan rapi di dalam pasar, tidak ada lapak-lapak di luar pasar yang berani berjualan.
Harus diakui, di Malaysia untuk urusan ketertiban memang TOP.
Terkadang saya mendengar percakapan orang-orang dalam berniaga dalam bahasa Melayu, bahasa Indonesia, dan bahasa Bisaya (Filipina).
Memang Tawau-Sabah ini bak gula manis yang mengundang banyak semut, ada banyak perantau dari Indonesia dan Malaysia yang mencari nafkah mengadu nasib disini.




Komentar
Posting Komentar