![]() |
| Buaya muara sedang berjemur |
![]() |
| Buaya Siam (Thailand) |
Sejak dahulu saya sudah tahu kalau di Balikpapan Kaltim sudah mempunyai tempat penangkaran Buaya. Terletak di daerah Teritip Balikpapan Timur yang berada di pesisir laut. Tempatnya agak tersembunyi jauh dari keramaian, mungkin alasan safety, atau mungkin karena lahan luas yang tersedia saat itu hanya ada di Teritip.
![]() |
| Kecamatan Teritip Balikpapan sadar wisata |
Buaya dari alam liar yang berhasil ditangkap kemudian di domestikasi (dijinakkan dan dikawinkan) di penangkaran Teritip. Jadi bertelur terus bergenerasi-generasi, umumnya Buaya yang ada disini menetasnya ya di dalam kolam penangkaran.
Buaya di Penangkaran Teritip sudah terbiasa dengan kehadiran manusia sebagai petugas yang memelihara Buaya-buaya tadi, memberi makan, membersihkan kolam, dan memantau kondisi Buaya.
![]() |
| Buaya berbikini? haha |
Bisa jadi kalau Buaya dari penangkaran kalau di lepas ke alam liar dia bingung bagaimana berburu mencari makan, karena sejak menetas dia hidupnya terbatas di dalam kolam. ini teori ngasal saya loh yaaaa.
![]() |
| Buaya mulut sumpit yang katanya hanya memakan ikan-ikan |
Tujuan penangkaran ini tentu saja selain pelestarian satwa liar Buaya air tawar dan air payau, maka tempat ini juga dengar-dengar sebagai pemasok kulit Buaya asli ke Eropa Barat.
![]() |
| Bentuk mulut Buaya sumpit/sepit ini lancip |
![]() |
| Penjelasan ilmiah tentang Buaya Sumpit/Sepit |
Jadi fashion baju, sepatu, atau tas dari kulit Buaya merk terkenal dari Eropa Barat itu bisa jadi salah satunya dari penangkaran Teritip ini.
Ohya, peraturan internasional menyatakan cuma kulit Buaya dari hasil penangkaran yang dapat di perdagangkan secara resmi/legal. Lagian siapa juga yaa yang mau menangkap Buaya liar di alam lepas untuk diambil kulitnya. Salah-salah kita yang malahan dimakan sama Buaya. Haha
Nah kalau kulit Buaya hasil penangkaran ini memiliki semacam sertifikat yang menyatakan berasal dari kulit Buaya yang memang hasil penangkaran sengaja dikawinkan di dalam kolam.
![]() |
| Yakin berani masuk kesini? |
Buaya ini diketahui berkembangbiak dengan bertelur, sekali bertelur lumayan banyak jumlahnya, sehingga jika semua telur Buaya tadi menetas dengan baik maka perlu pengendalian populasi supaya di dalam kolam penangkaran tidak terlalu padat populasinya.
![]() |
| Penjelasan Buaya Muara |
Salah satu pengendaliannya yaitu, Buaya tadi diambil kulitnya, dikonsumsi dagingnya. (dengar-dengar daging Buaya yang diolah menjadi sate merupakan obat penyakit kulit gatal-gatal yang ampuh mujarab). Oh satu lagi produk minyak Buaya, yang dipercaya bisa menghilangkan bekas luka, bekas koreng di kulit supaya kembali mulus.
Belum lagi peler Tangkur Buaya yang dipercaya sebagai ramuan jamu tradisional bagi vitalitas lelaki.
Jadi, ada banyak manfaat kan dari Buaya yang berhasil di tangkar. Selain sarana edukasi tentang satwa liar Buaya ini juga dapat menggerakkan ekonomi warga disekitar penangkaran Teritip Balikpapan. Ohya, dengan memperjual-belikan kulit Buaya, maka pengelola penangkaran Teritip ini dapat membiayai operasional sehari-hari seperti daging ayam sebagai makanan bagi si Buaya itu sendiri, biaya listrik dan air, biaya gaji pegawainya, biaya kebersihan, dan biaya tak terduga lainnya.
Makanya kenapa penangkaran Teritip ini bisa survive selama ini ya karena itu tadi, pemasukan terbesarnya dari hasil penjualan kulit Buaya untuk di ekspor keluar negeri, terutama ke Eropa Barat.
Selain Buaya, terdapat juga berbagai fauna lain di dalam area penangkaran Teritip ini. Saat itu saya melihat ada 2 (dua) ekor Gajah, monyet, ular, burung Merak di dalam kompleksnya.
![]() |
| Ada juga Gajah yang dirawat disini. |
![]() |
| Ada juga kandang Burung Merak |
![]() |
| Suvenir Buaya |
Bayangkan tuh butuh berapa biaya untuk menutupi semua operasional itu tadi kalau hanya mengandalkan penjualan tiket masuk pengunjung?
Kulit Buaya yang di ekspor ini berasal dari Buaya muda, yang mana kulitnya masih lentur elastis mudah diolah menjadi berbagai produk fashion tas, pakaian, sepatu, ikat pinggang, dompet, dll.
Jika usia Buaya sudah agak tua maka elastisitasnya sudah berkurang, alot, dan coraknya sudah kurang bagus dimata pembeli diluar negeri sana. Masuk akal juga ya.
Yang saya salut, tempat penangkaran Buaya Teritip ini sudah terlatih looo menghadapi kebencanaan di tempat wisata dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Saya melihat ada sertifikatnya terpajang jelas. Salutt.
![]() |
| Keren! Pengelola tempat ini sudah terlatih oleh Kemenkes |
Selain kolam-kolam penangkaran Buaya, terdapat juga bangunan Rumah Lamin khas masyarakat Dayak. Pada hari tertentu terdapat petugas di dalam Rumah Lamin yang menyewakan pakaian Dayak untuk pengunjung yang ingin berfoto.
![]() |
| Rumah Adat Lamin Suku Dayak |
![]() |
| Ukiran patung dari kayu di depan Rumah Lamin |
Nah ada lagi satu kolam yang letaknya terpisah jauh dari kolam penangkaran dan berada diluar.
















Komentar
Posting Komentar