Langsung ke konten utama

Talaga Sampireun, tempat makan asri ditengah riuhnya kota Jakarta.

Talaga Sampireun, rumah makan masakan Sunda.


Ketika saya sedang berada di Jakarta yang selalu menyebalkan karena lalu lintas yang padat dan tidak beraturan saya diajak untuk pergi santap siang bersama di tempat yang namanya ke-Sunda-sunda-an di daerah Tangerang Selatan. Awalnya sih saya cuek aja karena memang gak tau dan gak nyangka kalau tempatnya bakalan keren, teduh dan asri.



Yaahh tempat duduk masih penuh.


Petugas reservasi.



Pintu masuknya teduh banget.

Saya tiba di tempat tersebut kala jam makan siang dan di akhir pekan! Tempatnya penuhhhh pengunjung banget dan parkiran kendaraan juga begitu.

Berada di kawasan perumahan, Talaga Sampireun ini terletak diarea yang rindang karena banyak sekali pepohonan yang besar. Sejuk lah pokoknya, seperti oase dipadang pasir, demikian pula keberadaan tempat ini di tengah padatnya lalu lintas kota besar.

Idealnya sih sebelum kesini kita harus pesan tempat dulu dengan menelpon minta dibuatin reservasi. Nah saat itu kami tidak ada persiapan mau makan ditempat itu jadinya kami datang tanpa ada reservasi sebelumnya.

Alhasil ketika kami datang ke rumah makan ini setelah sebelumnya muter-muter nyari tempat parkiran yang penuh kami pun segera menghampiri petugas resepsionis. Info dari petugas tersebut tempat makan ini sedang penuh-penuhnya dan kami pun dipersilahkan menunggu dulu sebentar hingga benar-benar terdapat tempat yang siap untuk kami tempati.

Pekerja yang sibuk mondar-mandir terlihat memakai pakaian ala Sunda dan kemana-mana membawa walkie-talkie. Secara visual tempat ini sangat luas sekali dan dikelilingi kolam buatan yang indah.

Antri dulu ya.

Ada banyak pernak-pernik dan sudut-sudut yang bagus sekali buat mengambil gambar.


Setelah menunggu kurang lebih 15 menit tak lama giliran kami tiba, petugas menghampiri dan mengantar kami ke tempat duduk yang sesuai dengan jumlah kami. Awalnya kami diarahkan ke dalam gedung namun kami menolak. Lebih enak duduk yang di gazebo tepi kolam, suasana pedesaannya dapat.

Awalnya diarahkan kesini tapi kok kurang sreg ya.

Akhirnya kami pun menunggu beberapa saat lagi demi bisa duduk di dalam gazebo pinggir kolam.


Nunggu antrian lagi disini.


Menu yang dijual disini adalah masakan Sunda. Duhhh bener-bener menggiurkan. Saya pribadi sih memang lebih suka masakan Indonesia. Selera Nusantara lah kalau mau dibilang.


Banyak spot bagus.


Petugasnya sangat ramah dan cepat tanggap. Setelah memilih-milih menu kami pun duduk santai di dalam gazebo dan memberi makan ikan dengan pakan khusus yang disediakan pengelola dan tersedia di tiap-tiap gazebo.

 
Pinggir kolam!


Mau makan apa?


Setelah makanan datang kami pun tanpa basa-basi melahap semua. Rasanya enak banget, minumannya juga oke punya, aku ngasih nilai 4,5 dari skala 1-5.

Mari makaaaaan....


Teh Poci emang juara dihatiku.


Bawa kamera canggih pun ga kena charge tambahan loh.


Sampai jumpa lagi ya Akung, mas Awan & lainnya



Hatur Nuhun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki