Langsung ke konten utama

Melihat dari dekat Instalasi Pengolahan Air Limbah Margasari Balikpapan


Instalasi Pengolahan Air Limbah Balikpapan.

Latar belakang.
Menurut penjelasan pimpinan IPAL Margasari, latar belakang dibangunnya IPAL Margasari ialah mengenai masalah sanitasi lingkungan tempat tinggal wilayah Margasari Balikpapan Barat, dimana sebelum tahun 2003, kondisi sanitasi rumah penduduk, terutama rumah-rumah diatas air laut belum dan tidak memiliki sanitasi yang baik kala itu, dalam hal MCK & buangan dapur sisa makanan, penduduk langsung membuang air limbah tersebut persis ke badan air laut yang dimana tepat persis dibawah rumah mereka, hal tersebut telah berlangsung bertahun-tahun dan terjadi penumpukan limbah yang menyebabkan gangguan dan pencemaran air, mungkin dikala air laut pasang hal tsb tidak terlalu menjadi masalah, namun apabila air laut surut, maka aroma busuk limbah sangat menganggu indra penciuman bagi masyarakat, selain itu timbul berbagai macam penyakit seperti diare, penyakit kulit gatal-gatal, selain dampak terhadap manusia, hal ini juga menurunkan kualitas air akibat terlalu banyak input yang masuk kebadan air, dan menambah beban daya dukung lingkungan untuk dapat mengembalikan keadaannya seperti semula, maka dari itu atas bantuan dana dari World Bank (Bank Dunia) bersama dengan Pemprov Kaltim dibangunlah Instalasi pengolahan Air Limbah.

Manfaat dari proses pengolahan :

Air yang sudah diproses dan telah sesuai dengan baku mutu juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, di antaranya:
1.      Untuk  menyiram tanaman hias pada taman kota di Balikpapan.
2.      Penyiraman jalan serta lantai pasar (kebersihan).
3. Air yang telah diolah pun dapat dipergunakan sebagai sarana pemadaman kebakaran.
4.      Exceed lumpur dapat dipergunakan untuk penyubur tanaman

Petunjuk jalan menuju IPAL Margasari oleh Bp. Luqmantoro



Parameter pengukuran & Baku Mutu Air Limbah Domestik :
Berikut ialah beberapa ketentuan pemerintah yang mengatur tentang baku mutu air limbah domestik, yaitu :
1.  Perda Prov Kaltim no 02 tahun 2011 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.
2.      Keputusan Menteri Lingkungan Hidup no 112 tahun 2003 tentang baku mutu air limbah domestic.



Data dasar Instalasi Pengolahan Air Limbah Margasari :
  1. Limbah yang diolah              :           limbah mck, dan dapur rumah tangga
  2. Teknologi pengolahan          :           lumpur aktif extended aeration
  3. Kapasitas terpasang              :           800 m3/hari
  4. Tingkat pelayanan                 :           1.380 SR
  5. Bak control & manhole         :           96 unit
  6. Station pompa                       :           9 unit
  7. Internal control                      :           119 unit
  8. Jaringan pipa                         :           36.310,9 meter
Karakteristik Air yang diolah :
  1. COD (Chemical Oxygen Demand)              :           500 mg/liter
  2. BOD (Biological Oxygen Demand)             :           300 mg/liter
  3.  SS (Suspended Solid)                                 :           300 mg/liter
  4. NH3-N                                                         :           15 mg/liter

Peta Pelayanan IPAL Margasari.



Diagram alir pengolahan air limbah domestik IPAL Margasari



Beberapa manfaat hasil dari air limbah domestik yang telah diolah.



Salah satu bak untuk mengeringkan lumpur.



Bak pemisah lumpur.


Wajib menggunakan Alat Pelindung Diri jika naik keatas bak pengolahan air limbah domestik

Bak pengolahan air limbah domestik


Go green.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi