![]() |
| Stadion BJ Habibie di Pare-Pare Sulawesi Selatan |
Sulawesi Selatan bukan cuma Kota Makassar, masih ada satu lagi sebuah kota penting di pesisir barat Sulawesi Selatan yaitu Kota Pare-Pare.
Sudah sejak dari masa lalu sampai sekarang peranan pelabuhan laut Kota Pare-Pare memegang fungsi penting di Sulawesi Selatan. Ada banyak barang dan penumpang yang masuk dan keluar ke Sulawesi Selatan dari Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa.
Kapal laut berukuran besar PELNI maupun kapal ferry penumpang dan cargo, serta kapal-kapal laut lainnya sering bersandar dan berlayar ke Pare-Pare membuat ekonomi di kota ini berputar dengan cepat.
Jika dari Pulau Kalimantan sering saya jumpai banyak penumpang mudik ke Sulawesi Selatan menggunakan kapal laut untuk menyeberang ke Pare-Pare.
Biasanya pemudik yang datang ke Pare-Pare dengan kapal laut membawa serta barang yang sangat banyak untuk oleh-oleh sanak keluarga di kampung halaman. Sehingga perputaran uang di pelabuhan dari jasa bongkar muat dan angkat barang oleh buruh kapal laris manis.
Apalagi jika pemudik tersebut sepulang bekerja dari Sabah Malaysia, sudah tentu perbedaan nilai penukaran mata uang gaji mereka dari Ringgit Malaysia (RM) ke Rupiah (Rp) membuat mereka para pemudik dari negeri jiran Malaysia sering diistimewakan oleh buruh kapal, ABK kapal, tukang ojek, supir travel pelabuhan, dan pedagang kecil lain di sekitar pelabuhan.
Sifat royal pemudik asal negeri jiran Malaysia ditambah kuatnya nilai Ringgit semakin membuat pertukaran ekonomi di Kota Pare-Pare semakin bagus.
Tak jarang saat ini mudah ditemui jajanan khas Malaysia seperti susu Milo, cokelat Malaysia, kue Appolo, Roka, minuman bersodah dan jelly Malaysia ada dijual di toko-toko Kota Pare-Pare. Sebegitu kuatnya jaringan perantauan Sulawesi Selatan ini.
Ditambah lagi sejarah dari mantan Presiden Habibie yang memang berasal dari Pare-Pare semakin menambah ketenaran nama Kota Pare-Pare sebagai kota cinta antara Habibie dan Ainun.
Diketahui bersama bahwa Presiden Habibie tetap setiap terhadap istrinya Ainun sampai wafat. Sesuatu yang sangat langka terjadi, seorang lelaki yang terkenal, kaya raya, dan ilmuwan jenius tingkat dunia namun tetap setia terhadap pasangannya. Sehingga Kota Pare-Pare disebut kota Cinta karena sikap dari Presiden Habibie itu tadi.
Ohya, di Kota Pare-Pare juga terdapat stadion sepak bola berukuran yang sangat besar dan mampu menampung banyak penonton dalam sekali waktu. Sehingga klub bola PSM Makassar pun kalau bertanding laga sepak bola selalu menggunakan stadion di Kota Pare-Pare.
Dan tebak, nama stadion Pare-Pare pun diberi nama Stadion B.J Habibie, sebagai penghormatan dari warganya untuk mengenang jasa-jasa dari mantan presiden Indonesia yang terkenal akan kepintarannya dalam bidang kedirgantaraan dunia.
Jauh sekali ya, klub PSM dari Kota Makassar kok bertandingnya di kota lain, yaitu Kota Pare-Pare? Alasannya adalah sampai saat ini stadion bola milik PSM Makassar di Kota Makassar masih belum selesai pengerjaannya. Stadion sepak bola PSM Makassar yang lama sudah tidak adalagi karena mau di bangun kembali dengan ukuran yang lebih besar dan lebih modern, namun hal itu masih belum selesai hingga sekarang.
Jadi para suporter klub PSM Makassar dan pemain bola PSM Makassar kalau ada pertandingan mereka pasti pergi menuju Kota Pare-Pare.
Demikian yang saya tau tentang kota Pare-Pare.

Komentar
Posting Komentar