Langsung ke konten utama

Tugu Australia Balikpapan, Kaltim

Anzac day, hari dimana negara Australia memberikan penghormatan bagi pejuang, pahlawan, atau warga negaranya yang gugur dalam perang dunia ke 2.

Dimana terdapat Makam/Tugu peringatan gugurnya warga Australia ketika perang maka ditempat tsb tiap tahunnya serentak ketika Anzac Day tiba maka delegasi negara Australia akan datang bahkan keturunan anak cucu juga datang ke tempat tsb meskipun berada diluar territorial Australia.

Di Indonesia, tempat untuk mengenang gugurnya warga Australia saat Anzac Day salah satunya adalah kota Balikpapan. Terdapat Tugu peringatan yg letaknya ada dibundaran lapangan Merdeka.

Dulu saat perang dunia II tahun 1945 pasukan sekutu bersama tentara Australia tiba di Balikpapan untuk membebaskan negara kita dari pendudukan Jepang.

Tentunya banyak sekali kematian dari pihak Jepang dan sekutu saat itu. Banyak jenazah tak bernama yg menurut cerita dikubur secara massal disekitar Kota Balikpapan.

Anzac Day di Balikpapan selain upacara formal, diadakan juga napak tilas oleh veteran yang masih hidup. Mereka memakai pakaian perang saat itu untuk mengingat peristiwa tsb. Anak cucu mereka terkadang menemani kegiatan itu di Balikpapan, sekejap dipenuhi warga asing yang long march disekitar Tugu Australia tsb.

Dimulai dari titik mendarat pertama kali di pesisir pantai Balikpapan, menyusuri wilayah perang, hingga ke lokasi dimana mereka para veteran itu mengingat peristiwa kematian teman seperjuangan mereka. Isak tangis haru tentu saja terjadi saat itu. Memory buruk akibat perang, semoga tidak akan ada lagi perang serupa dimasa depan sehingga tidak perlu lagi ada kesedihan.



Para pecinta sejarah kota Balikpapan.


Rumah lengkung khas peninggalan jaman Belanda.


Tugu Australia yang bermakna. Saat Anzac Day bisanya veteran perang dan keluarganya datang dari Australia ke tugu ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki