Langsung ke konten utama

KKIA, Bandara Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia

Ketika dengar nama Malaysia umumnya bayangan kita tertuju pada Kuala Lumpur yg letaknya di semenanjung yg dekat dengan pulau Sumatra.


Jarang ada yang teringat dengan Malaysia Timur (Sabah & Sarawak).

Kali ini Aku hendak cerita sedikit tentang penampakan Bandara Kota Kinabalu Sabah Malaysia.

Nah kalau Kuala Lumpur punya 2 bandara yaitu KLIA (untuk maskapai premium) dan KLIA2 (khusus untuk maskapai AirAsia) maka Kota Kinabalu punya bandara yg sering disebut dengan KKIA. Ohya three letters code Kota Kinabalu itu BKI. 


Di Malaysia, KKIA adalah bandara tersibuk nomor 2 setelah bandara KLIA & KLIA2.

Ada banyak flight international di sini yg membawa penumpang asing yg kebanyakan berlibur berwisata bahari dan wisata alam di sekitar Sabah.

Laut yg bening di Malaysia ya adanya di Borneo Sabah, di semenanjung mana ada yg keren. Sampai sekarang Aku masih suka kesel kalau lihat iklan pariwisata Malaysia yg menampilkan pesona pulau Sipadan & pulau Ligitan. Bagi yg belum tau cerita kedua pulau ini akan kuceritakan secara singkat.

Dulunya kedua pulau tsb (Sipadan & Ligitan) masuk wilayah negara kita. Namun lagi-lagi masalah klasik negara kita dinyatakan tidak mampu mengelola dan mengurus pulau tsb oleh pengadilan International. Sehingga diputuskan pulau-pulau tadi jadi milik Malaysia. Sekarang pulau tersebut jadi destinasi unggulan wisata bahari mereka. Wihhss.
 

Ohyaa, Wisata alam liar juga lagi-lagi yg bagus ya di Borneo (Sabah dan Sarawak) dibandingkan dengan Malaysia semenanjung.


Padahal pulau Kalimantan di sisi Indonesia juga menawarkan wisata bahari yg kece badai (Coba deh googling kepulauan Derawan, Maratua, Teluk Sulaiman, Kakabane) dan juga wisata alamnya. 


Hewan liar apasih yg dipunyai Borneo Malaysia yg tidak ada di Kalimantan Indonesia? Orang Utan, burung Enggang, Bekantan juga ada kaliiii di Kalimantan Indonesia. Namun ntah kenapa pamor negara kita kalah sama Borneo Malaysia.


Ehtapii kuakui Sabah Malaysia punya satwa langka looo... Gajah Borneo. Entahlah apakah Gajah Borneo juga ada di Kalimantan Indonesia saya ga pernah tahu.


Balik lagi ke KKIA, jadi begitu tiba di bandara ini kita akan melakukan pemeriksaan paspor. Bahkan buat warga Malaysia yg datang dari semenanjung dan Sarawak juga wajib cek paspor. Aneh ya aturan mereka. Itulah yg dinamakan negara federasi. Masing2 punya aturannya.

Bandara KKIA ini lumayan besar dan sangat bersih. Dengan dekorasi ala ala ukiran khas Kalimantan terlihat di beberapa titik.

Ada banyak flyer tentang spot turis dan pameran tentang hewan Bekantan juga. 

Ohya seperti biasa free WiFi juga tersedia disini.

Dari bandara ke Pusat Kota makan waktu paling engga 20 menitan lah yaa.

Bisa pilih transport umum kayak bis atau ojol juga bisa (grab sih yg bagus) kalau mau ke kota.





Lepas landas dari Kuala Lumpur


Panasnya terikkk.

 

Ruang kedatangan.



Free e-book kalau pakai jaringan wi-fi bandara.


Cara download e-book nihh.


Monyet Belanda alias Bekantan, di Samboja Kaltim jg ada kok.


Terms and conditions untuk konek wifi 



Pintu keluar bandara KKIA menuju pusat Kota Kinabalu


Papan iklan.




Stikernya khas ukiran Kalimantan bangeet.


Malaysia Airport 



Selamat datang di Kota Kinabalu, Malaysia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki