Di Kota Balikpapan ada sebuah pasar hits yang hanya buka khusus di akhir pekan (Sabtu dan Minggu) dan juga hari libur di tanggal merah.
Nama tempatnya Pasar Tumpah Pringgodani, terletak di Teritip Balikpapan Timur.
Kalau dari pusat Kota Balikpapan cukup mengarah saja ke arah Pantai Manggar, terus saja sampai di daerah Teritip dan nanti akan ada penanda jalan yang mengarahkan kita ke lokasinya.
Jadi Pasar Tumpah Pringgodani ini letaknya diatas sebuah bukit yang tinggi, berada di tengah wilayah permukiman warga. Ada tanah kosong yang sengaja dibuat sedemikian rupa untuk menjadi tempat wisata berbelanja yang tidak bisa ditemui di pasar-pasar lainnya.
Sepertinya konsep Pasar Tumpah Pringgodani ini dibuat seperti perdesaan di Jawa, lengkap dengan bangunan-bangunan di dalam Pasar yang dindingnya dari anyaman bambu, atapnya dari daun kelapa, tempat cuci tangan dari kendi tanah liat, banyak juga pepatah Jawa tertulis di setiap pojok Pasar Tumpah Pringgodani.
Para Penjual di Pasar Tumpah Pringgodani sepakat untuk memakai pakaian jadul khas pedesaan jaman dahulu, kalau perempuan ya pakai kebaya ala Jawa dengan bawahan berkain batik lilit memakai topi caping, yang lelaki juga sama memakai pakaian lurik garis-garis khas Jawa dengan asesoris blangkon dikepala.
Selain itu lapak pedagang pun dibuat sangat sederhana, ada yang memakai tampih untuk alasnya dan barang yang dijual juga bermacam-macam mulai dari panganan tradisional dan makanan kekinian anak muda seperti kue pancong, gorengan, umbi rebus, pecel, gado-gado, putu labu, kue cucur, tape, tiwul, gethuk lindri, es dawet, es cendol, rujak buah, sayur urap-urap, pisang goreng, rambut nenek, gulali, pentol bakar, es buah, nasi kuning, nasi campur, soto ayam, bakso, bihun goreng, takoyaki, sushi roll, pancake, donat, bomboloni, jus buah, rawon, kopi-kopian, matcha, es teh, cappucino, dan masih banyak lagi.
Gak cuma makanan berat, ada juga kok yang menjual sayur mayur dan buah-buahan seperti kangkung, bayam, kacang panjang, terong, jagung, jambu air, jambu kristal, nangka, mangga, pisang, jeruk, bibit tanaman dalam polybag pun ada juga dijual.
Pasar ini konsisten dengan konsep tradisional jadulnya, dan bahkan untuk berbelanja disini pun pakai uang dari kayu. Yapp, nanti pengunjung menukar dulu uang Rupiah ke uang kayu diloket pengelola untuk dipakai berbelanja di dalam area Pasar Tumpah Pringgodani.
Kalau kesini sih saran saya agak siang aja supaya dapat slot parkir kendaraan, karena kalau datang awal-awal suasananya ramai, bisa jadi war tempat parkir dan war belanja di dalam pasarnya.
Di dalam Pasar ini pun ada fasilitas pendopo, kamar mandi, mushola, kolam pemancingan (ini masih dalam pengembangan).
Jangan takut tersesat di dalam Pasar Tumpah Pringgodani, karena di sekeliling pasarnya sudah ada pagar pembatas jadi pengunjung tidak akan tersesat keterusan jalan.
Siapkan payung, dan juga lotion anti nyamuk, atau kalau ga mau ribet bisa pakai baju lengan panjang, dan celana panjang sebab banyak nyamuknya, karena area Pasar Pringgodani ini di dalam area perkebunan yang mana masih banyak tanaman dan pohon-pohon besar yang lembap kesukaan serangga dan nyamuk.
Ohya lupa, kalau kesini wajib beli tiket masuknya ya, per orang waktu saya datang 6 Ribu Rupiah. Pembayaran tiket masuk bisa pakai uang tunai dan bisa juga cashless QRis. Mantap kan.
Untuk parkir juga tenang ada penjaga resminya dan ada karcis parkirnya ya, jadi tidak ada pungli lainnya di tempat ini. Petugas parkirnya juga pakai pakaian lurik garis-garis dengan blangkon dan ada name tag-nya. Jadi dengan melihat pakaian yang dipakai kita sudah bisa menebak mana petugas parkir dan mana pengunjung biasa.
Pengelola tempat ini juga sadar akan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) loh, terbukti selama saya disana saya melihat papan arah jalur evakuasi, dan ada juga muster point yang dipakai untuk tempat berkumpul jika ada keadaan darurat seperti kebakaran, gempa bumi.
Atas konsep unik dan keprofesionalan pengelolanya maka ga kaget sih kalau Pasar Tumpah Pringgodani Balikpapan ini selalu menjadi langganan juara nasional dibidang pariwisata, ekonomi kreatif gitu.
![]() |
| Bukti bahwa konsep tempat ini juara nasional |
![]() |
| Bibit padi yang di semai |
![]() |
| Nampak anak-anak berlatih menari |
![]() |
| Sampaikan kritik dan saran kesini |
Demikian tulisan ini, silahkan berkunjung ke Pasar Tumpah Pringgodani kalau kalian lagi ada di Balikpapan ya.













Komentar
Posting Komentar