![]() |
| Bekantan, primata khas di Samboja |
Pulau Kalimantan dengan segala isi di dalamnya, masih terdapat satu-dua tempat yang dihuni hewan langka sampai sekarang.
Iyap, masih ada hewan langka Monyet Bekantan, penduduk di Kalimantan biasa sebut Bekantan sebagai Monyet Belanda. hehe, kenapa di sebut begitu ya karena sepintas hidung Bekantan ini ukurannya besar dan mancung ditambah lagi warna bulu dari Bekantan ini warnanya pirang seperti Kucing Garfield.
Nah dengan bentuk fisik Bekantan yang lebih mirip dengan Bule daripada mirip seperti monyet-monyet lainnya, maka di sebut Monyet Belanda. (yaa, orang Bule Belanda maksudnya, kan dulu orang Belanda pernah ada di Kalimantan dijaman kolonial).
Bekantan ini jika kita bandingkan dengan kelompok monyet lainnya termasuk hewan primata yang pemalu, suka menyendiri menjauh, menghindar dari manusia, dan pilih-pilih kalau makanan. Diketahui Bekantan ini suka makan pucuk daun muda dari pohon Mangrove.
Nah karena Pohon Mangrove ini cuma dapat tumbuh di sekitar area pesisir pantai, atau muara sungai maka hewan Bekantan ini cuma dapat ditemui di wilayah pesisir pantai.
Normal ya, karena itulah Bekantan hidup dan tinggal dekat dari sumber makanannya di hutan Mangrove.
Yang jadi masalah, dari tahun ke tahun wilayah hutan Mangrove di Kalimantan semakin berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi tambak ikan-udang-kepiting, menjadi permukiman warga, dan alih fungsi lainnya. Ditambah lagi sampah yang dibuang ke sungai terus mengalir hingga ke muara sungai dan menutupi akar Pohon Mangrove sehingga membuat Pohon Mangrove bisa mati karena tertutup sampah plastik (sampah kantong kresek, karung beras, gelas plastik, dsb).
Pohon Mangrove bernapas melalui akarnya, makanya kalau kita perhatikan dengan seksama akar dari Pohon Mangrove ini bentuknya unik, tumbuh keatas tanah, seakan-akan akarnya berdiri. Nah kalau akar-akar Pohon Mangrove ini tertutup sampah plastik dalam waktu yang lama maka Pohon Mangrove kekurangan oksigen dan kalau tidak segera dibersihkan dari sampah maka lama kelamaan Pohon Mangrove akan mati perlahan-lahan.
Ironis ya, Pohon Mangrove yang tahan akan asinnya garam dari air laut namun tidak berdaya dalam tumpukan sampah ulah manusia yang membuang sampah sembarangan.
Lanjut soal Bekantan, di Kalimantan Timur tepatnya di Samboja Kutai Kartanegara terdapat sebuah sungai bernama Sungai Hitam yang masih ada sekelompok Bekantan hidup liar di alam bebas, berpindah dari pucuk Pohon Mangrove mencari makan.
Kondisi yang unik ini menumbuhkan kepedulian dari masyarakat sekitar dan Pertamina EP Sanga-Sanga (Sungai Hitam Samboja termasuk dalam wilayah kerja Pertamin EP Sanga-Sanga).
Kepedulian itu diwujudkan dengan konservasi perlindungan Bekantan, pembuatan dermaga Sungai Hitam, edukasi tentang Bekantan, dan pengadaan kapal wisata susur Sungai Hitam.
Kalau kalian sedang berada di Samboja Kaltim jangan lupa main ke Sungai Hitam ya, kalau beruntung akan melihat Bekantan di sekitar Pohon Mangrove.
![]() |
| Saat itu tidak ada kegiatan wisata susur Sungai Hitam |
![]() |
| Dermaga ini bantuan dari Pertamina |
![]() |
| Terimakasih atas support pariwisata di Samboja - Kaltim |





Komentar
Posting Komentar