![]() |
| Pompa Angguk milik Pertamina EP Sanga-Sanga |
Kalau kita berkendara dari pusat Kota Balikpapan ke arah timur menuju Manggar - Teritip - Gunung Tembak dan terus sampai ke wilayah Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara maka nanti di pinggir jalan di sebelah kanan akan terlihat Pompa Angguk yang dijadikan tugu ikon dari Pertamina EP Sanga-Sanga.
Sampai saat ini di Samboja masih terdapat lapangan darat yang aktif berisi minyak bumi (on-shore) yang dikelola oleh Pertamina EP Sanga-Sanga.
Kalau tidak salah, penemuan minyak bumi di Samboja ini dimulai pada jaman kolonial Belanda.
Dimasa itu, kalau tidak salah seorang Belanda bernama Jacobus Hubertus Menten menemukan sumber minyak bumi / minyak mentah di wilayah Samboja dan Balikpapan.
Sejak penemuan sumber minyak bumi tsb, maka dimulailah era eksplorasi minyak bumi di kedua wilayah itu, bahkan tanggal penemuan minyak bumi di Balikpapan dijadikan sebagai hari jadi kota Balikpapan.
Saat itu Balikpapan merupakan wilayah desa pesisir biasa dengan rumah-rumah pondok sederhana nelayan di sepanjang garis pantainya. Dan Balikpapan pada masa itu masuk ke dalam wilayah kekuasaan Sultan Kutai.
Pihak Kolonial Belanda mendapatkan ijin konsesi dari Sultan Kutai untuk mengelola minyak bumi di Balikpapan dengan sejumlah imbalan yang diberikan oleh pihak Kolonial Belanda kepada Sultan Kutai sebagai timbal balik.
Atas dasar kesepakatan antara Sultan Kutai dan Kolonial Belanda di Balikpapan, maka Belanda mulai mengelola industri perminyakan di Balikpapan, mulai dari mendatangkan sejumlah pekerja dari luar daerah, membangun kilang minyak, membangun jalan, membangun pelabuhan Laut. dan membuat sebagian kontur Kota Balikpapan menjadi seperti sekarang.
Sumur minyak bumi yang ditemukan Jacobus Hubertus Menten diberi nama sumur Mathilda yang diambil dari nama anak perempuan dari Menten. Nah cadangan minyak bumi di dalam sumur Mathilda ini tidak terlalu banyak jika di bandingkan dengan sumur minyak di Samboja. Dan tak lama setelah sumur minyak bumi Mathilda ditemukan, sumur itu terpaksa ditutup karena cadangan minyaknya sudah habis, dan tidak mencukupi kebutuhan kilang minyak Balikpapan.
Sehingga dengan ditutupnya sumur minyak Mathilda Balikpapan maka Kilang Minyak Balikpapan mengalami kekurangan bahan baku minyak mentahuntuk diolah menjadi produk.
Dengan demikian untuk memenuhi sumber bahan baku minyak mentah, di gunakanlah sumber minyak bumi dari sumur Samboja tersebut sampai sekarang.
Hebatnya lagi sumur minyak Samboja masih berproduksi sampai sekerang setelah puluhan tahun ditemukan.
Tak heran kalau kita ke Samboja pasti mata kita akan melihat beberapa pompa angguk dibeberapa sudut.
![]() |
| Pompa angguk, ikon khas industri minyak dan gas bumi |
![]() |
| Pompa angguk yang masih aktif berada di dalam lokasi perusahaan |
![]() |
| Lambang jadul Kuda Laut Pertamina di sebuah Masjid di Samboja |




Komentar
Posting Komentar