Langsung ke konten utama

Tamansari, tempat mandi para puteri Keraton Yogyakarta-Indonesia

Situs Tamansari, Yogyakarta.


tamansari jogja
Sugeng Rawuh-Selamat datang.


Kalau sudah main ke Kraton Yogyakarta rasanya tak lengkap jika tidak bermain sekalian ke Tamansari. Tempat mandi para istri Sultan.

Katanya tempat ini dulunya dipakai untuk tempat membersihkan diri bagi kaum perempuan di kalangan Kraton Yogyakarta.

Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa kolam berair jernih yang konon berasal dari sumber mata air. Sampai sekarang pun air dalam kolamnya masih jernih loh. Bayangkan dimasa lalu pastilah tempat ini dijaga dengan baik untuk menghindari hal yang tidak-tidak.

Selain kolam pemandian ada juga lorong bawah tanah yang cukup gelap dan ada jalan yang tembus ke perkampungan padat disekitar situs Tamansari ini.

Waktu saya main kesana pas siang hari dan cukup terik. Ada banyak antrian pengunjung yang mau masuk ke Tamansari. Harga tiket masuk wisatawan domestik dan mancanegara berbeda. Saya lupa pastinya berapa harganya yang jelas wisatawan domestik lebih murah tiketnya.

Puas berkeliling di bagian kolam permandian dan lorong bawah tanah, akhirnya saya menyusuri jalan keluar yang ternyata menuju perkampungan sekitar.


jogja tamansari taman sari
Berjalan di antara kolam pemandian para puteri.


Ada beberapa tempat di dalam Tamansari berupa reruntuhan mungkin akibat gempa dari gunung merapi disekitar Yogyakarta, mungkin loh yaa. 

Menurut cerita rakyat sebenarnya ada banyak jalan tembus dari lorong bawah tanah yang menuju ke perkampungan namun beberapa sudah tertimbun tanah dan beberapa sudah menjadi rumah warga. Entahlah cerita ini belum bisa dipastikan kebenarannya.

Yang pasti jika kalian sedang berada di Yogyakarta sempatkanlah berkunjung juga kesini ya.
Cintai warisan berharga nenek moyang kita. Kalau bukan kita yang peduli lantas siapa lagi?


Kalau mau tau lebih lanjut kisah Tamansari ini ada link website dari Kraton Yogyakarta silahkan klik Tamansari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki