Langsung ke konten utama

Bandar Udara Kuala Lumpur International Airport KLIA2

pesawat airasia air asia airbus malaysia klia2
Pesawat berbadan besar Air Asia sedang parkir.


Setelah tiba lagi di Kuala Lumpur dari Kota Kinabalu esoknya kita harus pulang ke Indonesia. Hmmm liburan telah usai ya. Kembali lagi ke rutinitas pekerjaan.

Matahari pagi di sudut bandara KLIA2.


pesawat airasia air asia airbus malaysia klia2 airport
Dari sini kita bisa melihat deretan pesawat yang parkir.


KLIA2 merupakan bandara untuk penerbangan low-cost. Air Asia merajai disini bahkan infonya Air Asia yang membangun bandara ini. Ckckckckck hebat ya mereka totalitas sekali.

Berikut link google maps KLIA2. Link website resmi terkait informasi ada fasilitas apa aja di bandara KLIA2.

Kebetulan pesawat kami sekitar jam 08.20 pagi jadi kami sudah berangkat dari hostel itu jam 05.30 pagi. Rasa deg-degan tau ga sih takut ga terkejar secara KLIA2 ini selalu berjubel para penumpang back-packer dari seluruh penjuru Malaysia atau bahkan dari negara lainnya yang transit disini. Air Asia menjadikan Kuala Lumpur sebagai hub penerbangan mereka. Jadi kalau ada penerbangan lanjutan pastinya akan dilanjutkan dari KLIA2. 

Ada banyak berbagai rupa penumpang disini dari yang kumal sampai yang kece. Mas-mas Asia, India-Pakistan-Bangladesh dan mas-mas Bule banyaaaak disini. Ganteng-ganteng pula ughh. Mbak-mbaknya juga banyak kok disini.


Airport KLIA2 ini luas banget. Jalan kaki dari pintu masuk sampai ruang tunggu itu melelahkan belum lagi antrian self-service bagasi dan antrian imigrasi. Duhlaaah kasian kalau ada orang tua / lansia yang berangkat dari KLIA2 ini. Capek berdiri dan jalan kaki. 

Berikut link website Airasia kalau mau pesan tiket online, perubahan jadwal atau informasi menarik lainnya.

bagasi pesawat airasia air asia airbus malaysia klia2 airport
Self-service bagasi Air Asia.


pesawat airasia air asia airbus malaysia klia2 airport
Masih pagi banget.


pesawat airasia air asia airbus malaysia klia2 airport ruang tunggu gate
Penumpang masih sepi banget di ruang tunggu.



Sayonara Kuala Lumpur...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki