Langsung ke konten utama

Lari Pagi di Kota Kinabalu, Sabah-Malaysia.

Pelabuhan Kota Kinabalu, kalau mau ke Labuan dan Brunei Darusallam ya dari tempat ini.


Di hari terakhir sebelum kembali ke Indonesia, kami berdua menyempatkan untuk berjalan kaki pagi-pagi buta. Karena malamnya kami sudah selesai packing barang bawaan dan jadwal pesawat juga siang hari jadi kami sempatkan deh berjalan kaki disekitar tempat tinggal kami.


Pagi-pagi benar kita keluar dan berolahraga.



Ternyata kami tinggal dekat pelabuhan Kota Kinabalu. Dari pelabuhan ini kita bisa pergi ke Labuan, sebuah wilayah bebas pajak di Malaysia sehingga banyak banget barang-barang, mobil, elektronik, gadget yang muraaaah sekali di Labuan. Mirip Batam lah ya kalau di Indonesia. Kebetulan keponakan istri saya berkuliah di Labuan, jadi next kalau lagi di Sabah kita bisa main ke Labuan untuk mengunjungi ponakan kami sekalian berlibur. Dulu waktu istri masih kecil kata dia pernah diajak main ke Labuan dan kata dia pantainya cantik dan banyak banget orang asing yang berlibur disana. Hmmm jadi penasaran. Selain ke Labuan dari sini juga bisa loh masuk ke Brunei Darusallam negara kecil yang kaya raya itu. Lagi-lagi karena keterbatasan waktu jadiya ga sempat untuk main ke Brunei juga. Next lah ya.


Papan petunjuk di pelabuhan Kota Kinabalu.


Perkantoran.


Kastam Diraja Malaysia alias Bea Cukai Malaysia.




Selain main-main ke pelabuhan kami juga mencoba jogging track yang ada dipinggir laut. Dan tak lama kemudian matahari mulai muncul. Siluet gunung Kinabalu pun muncul di seberang sana. Gunung Kinabalu ini gunung tertinggi di seantero Kalimantan dan dikeramatkan bagi orang Dayak Kadazan Dusun yang ada di Sabah. Banyak cerita rakyat dan legenda soal gunung ini dikalangan penduduk Sabah.



Matahari pagi yang baru terbit.



Siluet Gunung Kinabalu 





Dipinggir pantai ini ada trek jogging.



Istri pilih-pilih sarapan di kedai Uncle ini.




Kota Kinabalu masih banyak ruang terbuka hijaunya.



Salah satu pusat perbelanjaan yang baru dibangun di Kota Kinabalu


Menjelajahi Kota Kinabalu, Sabah-Malaysia tak cukup sehari. Itu artiya saya harus datang lagi kesini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki