Langsung ke konten utama

Pulang Kampung ke Kota Samarinda, Kaltim.

Universitas Mulawarman Samarinda Kaltim Kampus UNMUL Gunung kelua
Area Kampus Universitas Mulawarman Kaltim

Setelah bertahun-tahun merantau di kota orang tiba saatnya cuti dan pulang ke Samarinda. Isenglah menjelajah beberapa wilayah yang dulu waktu aku masih kecil ga pernah alias jarang banget aku kunjungi. Setelah tinggal dikota orang baru deh penasaran ada apa sih di tempat yg belum pernah aku datangi itu?

Maka aku iseng keliling wilayah kampus Universitas Mulawarman. Salah satu kampus negeri unggulan di Kalimantan Timur-Kalimantan Utara. Ada banyak banget mahasiswa asal kabupaten lain di Kaltim-Kaltara yang berkuliah dikota ini. Aku main-main ke wilayah kampus, lewatin beberapa fakultas dan aku sempat berkhayal seperti apa ya rasanya kuliah disini? hehe secara aku berkuliah tidak di kota Samarinda. 

Aku main ke fakultas Kehutanan dan fakultas pasca sarjana-Lingkungan. Universitas Mulawarman berada di area yang hijau, banyak pepohonan besar-besar dan banyak kolam disekitarnya. Fakultas Kehutanan sempat menjadi primadona di tahun 80-90an di masa saat industri Kayu Lapis & Kayu Produksi sedang berjaya. Papa termasuk yang pernah bekerja di sektor timber (hutan kayu produksi).


Ini link google maps kampus Unmul Samarinda

Fakultas Kehutanan secara fisik nampak lebih terawat daripada gedug pasca-sarjana lingkungan.

Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarman Samarinda Kaltim Kampus UNMUL Gunung kelua
Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman



Fakultas Kesehatan Universitas Mulawarman Samarinda Kaltim Kampus UNMUL Gunung kelua pasca sarjana
Gedung pasca sarjana Universitas Mulawarman

Selain ke kampus Unmul, saya juga mengunjungi area tepian Sungai Mahakam. Dulu waktu masih SMP di Samarinda mana pernah sihh kepikiran mampir apalagi nongkrong disitu. Sekarang karena banyak media masa yg memberitakan soal ini makanya aku jadi kepingin juga main. Hehe

 
Ada apa sih di Tepian Mahakam Samarinda?
Ada taman, ada area buat duduk-duduk, ada penjual makanan ringan, standar lahh layaknya taman kota. Cuman kadang air sungainya meluap hingga ke badan jalan raya kalau air sungai pasang.



tepian sungai mahakam kota samarinda pesut SMD kaltim
I Love SMD (Tepian Mahakam Samarinda)



tepian sungai mahakam kota samarinda pesut SMD kaltim
Tepian Sungai Mahakam


tepian sungai mahakam kota samarinda pesut SMD kaltim
Air Sungai Mahakam itu sebenarnya lebih tinggi dari daratan Samarinda



tepian sungai mahakam kota samarinda pesut SMD kaltim
Tepian Mahakam



Demikian sepenggal cerita tentang Samarinda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki