Langsung ke konten utama

Ondel-Ondel

Sepasang Ondel-ondel bagus juga kok dijadiin home decor.

Kalau lagi di Jakarta kadang pagi-pagi suka ada denger suara berisik dari alat musik tiup kayak terompet, suara orang karoke nyaring dan terdengar dari sayup-sayup hingga keras. Yap! Orkes / hiburan jalanan yaitu Ondel-Ondel. Sepasang boneka besar dengan topeng dari kayu, rambut dari lidi ijuk yang dihias kertas warna-warni berkilat, baju ala-ala Abang None Jakarte.

Suka aja sih liatnya secara di Kalimantan kan enggak ada tuh Ondel-Ondel. 
Dan bahkan kalau aku perhatikan di rata-rata hotel, tempat makan, tempat perbelanjaan bahkan di jalan raya selalu menampilkan Ondel-Ondel sebagai hiasan/pajangan. Wahh kok keren ya?

Miniaturnya sih yang aku suka liatin. Cuman bingung mau belinya dimana kalau di Jakarta. Gak pernah ketemu ada yang menjual entah itu di Mall, Pasar atau Pusat Grosir. Entahlah mungkin aku saja yang kurang jauh mainnya.

Kapan-kapan cari ah kalau lagi disana. Lumayan buat dipajang di rumah.

Yang lebih aku suka lagi yaitu hiasan dinding di Sarinah Jakarta Pusat berupa peralatan lelaki jaman dulu (Demang / Tuan Tanah Betawi) seperti Batik Betawi berwarna Biru Muda yang cerah, Liskol alias Peci/Kopiah yang terbuat dari kain Batik warna Biru Muda tadi, Ikat Pinggang dari Batik Biru Muda yang sama, gantungan hiasan rantai yang digantung pada kancing jas dari Kuku Macan, hingga Belati tradisional. Jaman dulu barang-barang tersebut termasuk "Must have items"  buat para cowok-cowok.

Pengen aku beli namun sayang tidak dijual. Bahkan mau cari Batik Motif Pucuk Rebung pun agak susah kalau di Jakarta. Waktu keliling di Pusat Grosir juga gak ketemu. Apakah memang tidak populer ataukah cuman aku saja yang kurang jauh mencarinya?

Ohya kenapa kok nama Peci/Kopiah disebut Liskol?

Hehehe karena biasanya motif Batik Betawi berupa Kembang atau Daun Kol. Terus karena Batik tersebut dijadiin Peci/Kopiah sehingga motif Kembang atau Daun Kol tadi terlihat diatas alis si pemakai Peci/Kopiah sehingga disebut Liskol alias "Diatas Alis ada Kol". Hahaha.


Liskol, Rantai Kuku Macan, Belati dan Ikat Pinggang Batik.

Ondel-ondel serem gak sih?

Batik khas Betawi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlayar dengan kapal KM. Labobar dari Balikpapan - Pantoloan - Bitung - Ternate (Part 1)

Pelabuhan Semayang Balikpapan Hai semuanya kali ini aku menulis tentang pengalamanku ketika pergi berlayar menuju Ternate dari kotaku Balikpapan dengan kapal KM Labobar Lah kok bisa ya naik kapal? emang liburnya berapa lama? terus kok bisa pas jadwal libur dengan jadwal kapal? Hehe akan kuceritakan asal muasal kenapa aku bisa pergi liburan dengan berlayar bersama KM. Labobar. Jadi pada akhir Januari 2019 itu aku sudah bisa libur selama 14 hari kalender (2 minggu).  Bingung kan mau libur pergi kemana. Mau pulang ke Samarinda ah terlalu sering dan sudah biasa. Gak perlu nunggu libur panjang kan aku bisa pulang ke Samarinda. Terus cek-cek lagi jadwal ke Bongao, Tawi-Tawi (Filipina) via Sandakan Malaysia kok menarik yaaa.. eh gak taunya dekat hari libur tiba-tiba di berita muncul kabar bahwa di daerah Sandakan khususnya Filipina bagian selatan lagi ricuh akibat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Filipina. Ada pengeboman rumah ibadah s

Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo, Halmahera Barat, Maluku Utara

Setelah lewat hutan-hutan eh tiba-tiba langsung disuguhi pemandangan seperti ini. Hai semua. Ketemu lagi pada postingan baru ini. Jadi ceritanya tuh waktu liburan di Jailolo di Halmahera Barat selama beberapa hari aku lanjut lagi ke kota Tobelo di Halmahera Utara. Aksesnya kalau dari Jailolo cuma bisa lewat darat.  Perjalanan darat dari Jailolo ke Tobelo ditempuh selama empat jam. Hehehe. Kalo kata warga lokal sih itu lama banget yah perjalanan darat itu tapi kalo buatku sih oke-oke aja. Malah gak kerasa lama tuh mungkin karena baru pertama kali menempun jalan darat kali ya. Jalan raya sudah sangat bagus loh. Lebar dan beraspal. Jalanan cukup lengang. Aspal mulus dan tidak bolong-bolong. Udara juga masih segar namun sayangnya belum terpasang fasilitas lampu jalan disisi kiri dan kanan jalan. Waktu itu aku naik mobil travel dari Jailolo ke Tobelo dan kebetulan supir travelnya ya tetangga sendiri dirumah Jailolo jadi ga takut ketinggalan mobil. Ohya satu lagi

Baju Barong Tagalog Pakaian Tradisional Pria Filipina

Barong Tagalog, pakaian pria nasional di Filipina. Sejarah :  Saat pendudukan lebih dari 300 tahun oleh Spanyol di Filipina (1561-1889) penduduk pria lokal Filipina wajib memakai baju yang sekarang dinamakan Barong Tagalog.  Barong Tagalog adalah baju pria berkerah yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak berkantung juga transparan / tembus pandang.  Baju ini dimaksudkan untuk mencegah orang Filipina menyembunyikan sesuatu dalam kantong bajunya, entah barang curian atau senjata tajam. Spanyol mewajibkan pemakaian baju ini kepada semua orang Filipina tanpa peduli tingginya jabatan mereka di masyarakat guna menunjukkan perbedaan antara orang Spanyol yang kaya raya dengan penduduk miskin Filipina.  Setelah Filipina merdeka, presiden mereka Manuel Quezon mempopulerkan pemakaian baju ini. Sebelumnya baju ini identik dengan kelas bawah. Ketika dipopulerkan oleh presiden dengan cara selalu memakai baju ini pada acara resmi kenegaraan maka baju ini pun semaki